6; Pendatang Baru

594 74 18
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Bangun

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Bangun. Nanti celana mu jadi kotor duduk di pasir bergitu"

Luhan yang merasa kenal dengan suara tersebut segera membangunkan dirinya. "Tuh kan kamu bakal balik lagi. Kata putus tadi cuma bohongan kan"

"Apa? Saya bukan kekasih mu" Katanya dengan tangan yang masih sibuk membersihkan celana Luhan terlebih lagi di area lutut.

"Sehun, kenapa kamu jadi gini? Aku punya salah yah sama kamu? Kalo aku salah aku minta maaf tapi jangan putuskan hubungan ini" Kata Luhan dengan nada yang terkesan sangat sedih.

Orang tersebut menegakkan tubuhnya kembali, menatap Luhan dengan ekspresi bingung. "Saya bukan Sehun Sehun itu"

Luhan menggelengkan kepalanya, tangannya mencengkeram erat jas hitam milik pria tampan yang terlihat seperti Sehun. "No! Kamu Sehun! Kamu lagi main main kan sama aku. Gak lucu Sehun, permainan kamu gak asik"

"Saya beneran bukan Sehun" Katanya dengan nada kesalnya.

"Hiks... ka-kamu tega banget sama aku" Kata Luhan dengan kepala yang dia tundukkan. Dan lagi lagi kedua matanya mengeluarkan cairan bening.

Luhan yang menyadari bahwa orang yang berada di depannya ini bukan Sehun hanya menundukkan kepalanya, menangis kembali pada saat dia mengingat kejadian beberapa menit yang lalu.

Karena setaunya Sehun itu mengenakan sweter bukan jas hitam mahal seperti pria itu kenakan.

Hatinya sakit sekali. Luhan tidak tau apa jenis obat untuk menyembuhkan luka di hatinya ini. Luhan hanya tau berbagai jenis obat untuk keperluan tubuh saja.

Luhan tidak tau apa kesalahannya yang membuat Sehun memutuskan hubungan yang sudah mereka jalani selama hampir 3 tahun lamanya.

Luhan tidak merasa keberatan menjadi urutan terakhir dari semua kepentingan Sehun, Luhan juga tidak apa di kesampingkan dulu oleh Sehun, dan Luhan tidak apa menjadi seseorang yang kembali mengalah kepada Sejeong atau pun kesibukan Sehun yang lainnya, asalkan Sehun tidak memutuskan hubungan mereka.

Ini sakit, setelah seminggu menghilang dan kembali bertemu, Sehun malah memutuskan hubungan ini tanpa alasan yang jelas.

Luhan sangat mencintai dan menyayangi Sehun. Apa Sehun sudah mulai bosan kepadanya jadinya pria tampan itu memutuskan hubungan ini?

"I-ini sangat sakit. Dada ku sesak saat dia mengatakan ingin putus dengan ku" Kata Luhan sambil memukul dadanya yang terasa sangat sesak.

Namun kedua tangannya dicegah oleh orang tersebut. "Hey itu sakit. Jangan dilakukan"

"Kenapa kamu sangat mirip dengan Sehun? Aku jadi gak bisa melupakan perkataannya yang minta putus itu" Kata Luhan dengan kedua matanya yang menatap wajah pria tersebut.

Pria tersebut mengusap belakang lehernya. "Saya tidak tau. Jadi jangan tanya saya"

"Oh yah kamu pulangnya gimana? Kamu ditinggalkan oleh mantan kekasih mu sendirian disini" Katanya.

Luhan baru mengingat hal itu, dia kesini bersama dengan Sehun dan Sehun malah pergi meninggalkannya sendiri tanpa rasa kasihan sama sekali. Dan bodohnya Luhan melupakan ponselnya di asrama kampus.

Dan sekarang Luhan tidak tau bagaimana caranya dia pulang. "Aku gak tau pulangnya gimana"

"Dimana rumah mu? Saya bisa mengantarkan kamu ke sana" Katanya.

"Aku gak tau siapa kamu" Kata Luhan.

Pria tersebut menatap Luhan dengan ekspresi kagetnya. "Kamu beneran gak tau siapa saya?"

"Itu gak penting sebenernya. Yang penting sekarang aku harus tau identitas mu" Kata Luhan.

"Okay, nama saya Sean Oh. Kalo kamu mengira saya orang jahat, kamu bisa pegang dompet saya dan ponsel saya karena itu benda berharga bagi saya, jadi itu sebagai jaminan mu. Bagaimana?" Kata pria yang bernama Sean.

Sean memberikan dompet serta ponselnya kepada Luhan karena pria manis itu terlihat seperti tidak mempercayainya.

Luhan mengambil kedua benda tersebut dengan ragu ragu. "Aku akan memegang ini hingga sampai di asrama tempat ku tinggal"

"Okay. Jadi, kau tinggal di asrama mana?" Tanya Sean.

"Asrama Seoul National University"

"Asrama Seoul National University"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Yukkk... Yang nungguin ini update silahkan di baca. Jangan lupa vote dan komennya (~ ̄³ ̄)~

EXO is EXO

Priorite; HunHanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang