Tidak memaksa untuk dijadikan prioritasnya namun tolong anggap keberadaan ku disini.
Start; selasa, 15 desember 2020
Finish; sabtu, 10 April 2021
Warning!!!
• ini cerita BxB
• cerita sendiri murni dari otak seorang pengangguran
• jangan plagiat loh...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sikap Sehun yang seperti ini membuat Luhan sangat bingung. Mantan kekasihnya itu bersikap seolah bahwa Luhan masih menjadi kekasihnya hingga Sehun selalu mengikuti kemana pun Luhan pergi.
Namun jika ditanya, kenapa Sehun melakukan hal ini jawaban yang diberikan pria tampan tersebut adalah karena Luhan adalah temannya sudah sepatutnya teman menjaga dan melindungi. Begitu jawabannya.
Dan Luhan juga semakin paham kenapa Sehun selalu memprioritaskan Sejeong ketimbang dirinya. Jika status teman lebih di prioritaskan dari awal saja Luhan menolak ajakan pacaran Sehun dan lebih memilih berteman dengan Sehun jika mantan kekasihnya itu lebih mengutamakan teman dari pada kekasih.
Itu bukan berarti Luhan menyesal menjalin kasih dengan Sehun, Luhan sangat senang bisa menjalin kasih dengan Sehun dan Luhan juga masih berharap bahwa hubungan mereka ini dapat kembali menjadi sepasang kekasih lalu memperbaiki semuanya yang salah.
Namun sepertinya itu hanya sebuah harapannya saja. Sehun mungkin tidak ingin kembali menjalin hubungan sepasang kekasih bersama dengannya karena mungkin suatu alasan yang tidak dapat diketahui oleh Luhan.
Rasanya sesak mengingat mereka berjalan berdua di trotoar seperti ini sambil melihat penjual yang menjual berbagai macam barang namun status mereka disini hanya sebatas teman.
Luhan ingin kembali kepada Sehun, bisakah dia kembali kepada Sehun? Sejujurnya Luhan masih mencintai dan menyayangi Sehun. Seberapa keras usahanya untuk melupakan sosok Sehun didalam hidupnya, itu sama sekali tidak bisa karena cinta Sehun sudah tertanam di hatinya.
"Kamu ingin beli sesuatu sebelum pulang ke asrama?" Tanya Sehun.
"Gak ada. Aku mau langsung balik aja" Kata Luhan dengan senyum paksanya.
Detik kemudian ponsel Sehun berdering yang menandakan ada panggilan masuk dari ponsel pria tampan tersebut.
Dan itu adalah Sejeong.
Luhan dapat melihat itu karena cara memegang Sehun yang sedikit rendah menjadikan Luhan dapat melihat siapa seseorang yang menghubungi mantan kekasihnya.
"Eh kok di matiin?" Tanya Luhan yang sedikit terkejut bahwa seorang Sehun baru saja mematikan panggilan dari sahabatnya yang selalu menjadi prioritas mantan kekasihnya itu.
Sehun tersenyum ringan. "Yah gak papa"
"Itu dari Sejeong kan. Itu pasti penting" Kata Luhan.
"Ayo aku beliin cake buat kamu sama room mate mu di asrama" Kata Sehun sambil menggandeng tangan Luhan agar ikut bersamanya untuk masuk ke dalam toko cake.
Luhan menatap bergantian tangannya yang tengah di gandeng oleh Sehun setelah itu matanya kembali menatap wajah Sehun dengan ekspresi bingungnya.
Ada yang salah dengan Sehun atau mungkin ada yang salah pada dirinya karena tiba tiba merasa sangat senang pada saat Sehun mereject panggilan dari sahabatnya itu.
Setelah membeli beberapa cake, Sehun dan Luhan keluar dari toko kue tersebut sambil menenteng 2 kotak kue di tangan mereka.
"Tunggu, Sehun" Kata Luhan yang memberhentikan langkah kakinya.
Sehun membalikkan tubuhnya agar dia lebih leluasa menatap wajah manis mantan kekasihnya itu. "Ada apa? Kamu butuh sesuatu?"
"Maksud kamu ini apa? Aku masih bingung sama sikap kamu ini. Kamu ada niat apa sebenarnya? Gak mungkin kamu deketin aku lagi tanpa ada niatan apa pun kan?" Kata Luhan yang langsung to the point.
"Aku cuma ingin hubungan kita walaupun udah mantanan begini hubungan kita tetap ada komunikasi dan selebihnya gak ada niatan apa pun" Kata Sehun.
Luhan tertawa hambar. Sebenarnya Sehun tengah mengejeknya kan? Sehun tengah menunjukkan bahwa dia baik baik saja kan setelah putus darinya. "Kamu lagi ngejek aku kan?"
Sehun menatap Luhan dengan ekspresi bingungnya. "Maksud kamu apa, Lu?"
"Kamu lagi nunjukin ke aku kan bahwa kamu baik baik saja setelah putus dari aku? Beda sama aku yang bahkan nangis nangis mohon mohon sama kamu di pantai agar kamu narik ucapan mu" Kata Luhan dengan kedua mata yang sudah berkaca kaca.
"Kamu maunya apa? Bilang sama aku biar aku gak terjerat dalam perasaan membingungkan ini"
Sehun menggelengkan kepalanya, sungguh dia tidak ada maksud seperti itu. Sehun hanya ingin hubungan mereka tetap terjalin walaupun mereka sudah beda status.
Kenapa Luhan berpikir seperti itu terhadapnya?
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Maaf ya update nya tengah malam begini ( ・ั﹏・ั) Cece kebangun terus gak bisa tidur lagi, Cece juga lagi sakit jadi yah gitu (。•́︿•̀。)
Stay healthy ya 。◕‿◕。
See you next chapter, besok pagi mungkin Cece akan update lagi