Tidak memaksa untuk dijadikan prioritasnya namun tolong anggap keberadaan ku disini.
Start; selasa, 15 desember 2020
Finish; sabtu, 10 April 2021
Warning!!!
• ini cerita BxB
• cerita sendiri murni dari otak seorang pengangguran
• jangan plagiat loh...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Luhan benar benar melihat Sehun dan Sean di perbatasan antara gedung kedokteran dengan gedung ekonomi management yang kebetulan terlihat sedikit sepi. Luhan masih mematung di jarak yang cukup jauh dengan keberadaan keduanya, kebetulan ada pohon besar di sampingnya itu dapat menyembunyikan tubuhnya.
Walaupun cukup jauh, Luhan dapat mendengar percakapan keduanya yang terdengar sangat tegang hingga kedua berteriak satu sama lain.
Padahal yang Luhan tau mereka tidak saling mengenal kan dan juga Sehun terlihat sangat membenci Sean. Jadi, apa yang membuat mereka menjadi terlihat dekat seperti ini?
Luhan masih setia memperhatikan namun ekspresi wajahnya kini berubah menjadi terkejut pada saat melihat Sehun yang mencengkram kerah kemeja yang Sean kenakan.
Ingin melerai keduanya namun kakinya terasa mati rasa dan hatinya pun juga berkata untuk diam disini dan memperhatikan keduanya hingga batas waktu mereka untuk mengobrol selesai.
Oh yah setelah liburan 1 minggu yang lalu, Luhan kembali dengan semua aktifitas kuliahnya.
"Lo kalo gak dikasih peringatan mungkin lo gak bakal sadar dengan segela kelakuan lo yang bikin sakit hati dia!!!" Kata Sean.
Siapa sih yang tengah mereka bicarakan hingga mereka bersitegang begini.
Sehun tidak ingin kalah seprtinya, dia kembali berteriak kepada Sean. "Gak usah dikasih peringatan karena gue udah sadar diri dengan kelakuan gue selama ini"
"Yah terus kalo udah sadar diri kenapa lo masih aja ngelakuin hal itu, si bangsat!!!" Sean mengumpat kepada Sehun.
Sehun memalingkan wajahnya ke samping untuk menghindari tatapan sang kakak, Sean yang mengintimidasinya. "Sejeong sahabat gue dari kecil, gue gak bisa ninggalin dia begitu aja karena gue sayang dia"
Luhan memejamkan matanya, hatinya seakan tertusuk ribuan belati pada saat Sehun mengatakan bahwa pria tampan itu tidak bisa meninggalkan Sejeong karena dia sayang dengan sahabatnya itu.
Tidak apa, Luhan baik baik saja. Luhan tidak ingin di kasihani.
Sean mengeram kesal. "Bodoh!!! Gue males banget punya adik macam lo?!!"
Huh? Adik? Siapa? Serius, Sehun adalah adik Sean namun katanya Sean tidak mengenali Sehun saat Luhan menanyai tentang Sehun pada saat mereka bertemu di pantai untuk pertama kalinya.
Sehun juga tidak pernah memberitahunya bahwa Sehun memiliki seorang kakak kepada Luhan.
Akhirnya Luhan keluar dari tempat persembunyiannya, menghampiri keduanya yang saat ini tengah menatap Luhan terkejut.
"Eoh? Kalian saling kenal ya?" Kata Luhan, sepertinya dia tengah berpura pura.
Sehun melirik sebentar Sean, mungkin tengah meminta pertolongan kepada Sean agar kakaknya itu menjelaskan semua ini.
Sean mendengus kesal saat Sehun menatapnya seperti itu, dia sangat kesal dengan adiknya itu. "Yah. Kebetulan kita lewat dan yah gitu"
Luhan makin menatap keduanya dengan tatapan curiga namun ekspresi wajahnya masih terlihat seperti biasa. "Oh sejak kapan? Aku kok gak tau kalo kalian saling kenal?"
"Kami saudara" Kata Sehun dengan santai.
Sedangkan Sean hanya menatap tajam adiknya itu, dia benar benar kesal dengan adik bodohnya ini.
"Benarkah? Mas Sean, serius kalian saudara? Waktu lalu di pantai mas bilang kalo mas gak kenal Sehun" Kata Luhan, dia menyembunyikan kekecewaannya kepada kedua pria tampan itu.
Luhan sangat kecewa kepada Sehun dan Sean yang telah membohonginya dan membuat dia merasa sangat bingung dengan kehadiran keduanya.
Sean mengatakan jika dia tidak mengenali Sehun namun kini Sehun mengatakan bahwa mereka adalah saudara. Yah tidak heran jika mereka saudara karena keduanya terlihat sangat mirip.
Luhan menatap Sean penuh kecewa. "Mas tega banget bohongin aku"
"Luhanie, maaf saya gak bermaksud untuk bohongin kamu. Kalo saya mengatakan bahwa Sehun adalah adik saya nanti Sehun akan di manfaatkan oleh semua orang sebagai batu loncatan untuk masuk ke agensi" Jelas Sean, dia sudah mengenggam erat tangan Luhan.
"Memangnya tampang aku tampang orang yang suka memanfaatkan kelebihan orang lain?" Kata Luhan.
Sean menggeleng. "Gak. Kamu baik sangat baik"
"Aku kecewa banget sama kalian. Secara tidak langsung kalian menganggap aku adalah orang yang buruk" Kata Luhan.
"Jangan dekati aku lagi. Cukup. Aku cape banget sama permainan kalian ini" Setelah berkata seperti itu, Luhan pergi meninggalkan kedua pria tampan itu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.