"Aku bukan wanita baik-baik. Aku pernah tidur dengan pria lain. Kau tentu tahu maksud dari kata 'tidur' itu." Kaivan mengangguk samar.
"Dia mantan pacarku, Adsen Gfely. Kami menjalin hubungan sejak masih di SMP. Dia baik, pengertian, dan tentunya menyayangi aku." Iftina tersenyum, membuat Kaivan geram menahan amarah.
"Kaivan, entah kau menganggapku wanita murahan atau menjijikan aku tak peduli. Aku ingin tak lama lagi kita cerai. Kecuali..." Iftina memberi jeda pada pernyataannya itu.
"Kecuali apa?" Kaivan bertanya tak sabar.
*
Penasaran?
Yuk, cari kelanjutannya di
http://my.w.tt/UiNb/IVyij9wdFG
Jangan lupa vote di setiap chapter yaa!