VMKIMS

Membuat novel itu kadang melelahkan bukan karena kurang ide, tapi karena hati ikut terlibat di setiap kata. Kita harus menghidupkan tokoh, merasakan luka mereka, tertawa bersama mereka, bahkan menangis diam-diam saat cerita tak berjalan sesuai harapan.
          	
          	Ada hari di mana menulis terasa begitu mengalir, tapi ada juga saat di mana satu kalimat pun terasa berat. Namun di balik semua itu, ada kepuasan yang tak bisa dijelaskan ketika dunia yang kita ciptakan perlahan menjadi nyata, dan kisah sederhana berubah menjadi sesuatu yang berarti.
          	
          	Karena pada akhirnya, lelah itu bukan tanda untuk berhenti tapi bukti bahwa kita benar-benar sedang menciptakan sesuatu yang hidup.
          	
          	

VMKIMS

Membuat novel itu kadang melelahkan bukan karena kurang ide, tapi karena hati ikut terlibat di setiap kata. Kita harus menghidupkan tokoh, merasakan luka mereka, tertawa bersama mereka, bahkan menangis diam-diam saat cerita tak berjalan sesuai harapan.
          
          Ada hari di mana menulis terasa begitu mengalir, tapi ada juga saat di mana satu kalimat pun terasa berat. Namun di balik semua itu, ada kepuasan yang tak bisa dijelaskan ketika dunia yang kita ciptakan perlahan menjadi nyata, dan kisah sederhana berubah menjadi sesuatu yang berarti.
          
          Karena pada akhirnya, lelah itu bukan tanda untuk berhenti tapi bukti bahwa kita benar-benar sedang menciptakan sesuatu yang hidup.