Abaikan typo!
Jika ingin membaca langsung tamat, Readers bisa membeli ebooknya.
Pembaca yang Budiman, pasti tidak akan membeli versi bajakannya.
Kalau ingin membaca secara gratis, silakan mengikuti cerita ini saat masih on going. Tekan tombol bintang sebagai bentuk apresiasi kalian kepada para author.
Jadilah warga +62 yang beretika. Ya kali author yang jumpalitan mikir tapi malah pembajak ebook yang mendapat rewardnya.
Terima Kasih atas perhatiannya. 🙏
Happy reading. 🤗
.
.
.
.
.
.Brian membelai wajah dan mendaratkan ciuman lembut di bibir Kalula. Ia dapat merasakan tubuh Kalula tidak nyaman dalam kungkungannya. Sepertinya Brian harus melakukannya dengan santai supaya Kalula siap menerima penyatuan tubuhnya. Lagipula untuk apa Brian terburu - buru? Kalula adalah sosok limited edition yang telah lama ia nantikan. Brian telah mengeluarkan banyak uang demi bisa menikmati malam ini.
Kalula memejamkan matanya berusaha meresapi cumbuan Brian. Perlahan - lahan perasaan tegang yang menguasainya berubah menjadi sesuatu yang melenakan, sehingga tanpa sadar Kalula mendesah dan melingkarkan kedua tangannya di leher Brian.
Merasa mendapatkan respon positif, Brian pun memperdalam ciumannya hingga Kalula membuka matanya sambil terengah - engah.
Ciuman Brian mulai merambat turun. Tangannya menyusup di balik blouse yang masih melekat di tubuh Kalula dan menangkup benda padat dan sekal yang tersembunyi itu.
"Ah...." Kalula memekik terkejut karena merasakan aset berharga miliknya disentuh dan diremas oleh tangan pria. Nyaris saja Kalula memukul Brian jika ia tidak teringat akan misinya untuk menyelamatkan perusahaan dari kebangkrutan. Yang bisa Kalula lakukan hanyalah berdoa semoga aktivitas tersebut segera berakhir.
Sayangnya Brian tidak ingin terburu - buru. Kini ia justru membelai perut Kalula yang ramping tanpa lemak. Belaian tersebut turun ke bawah hingga menyentuh area pribadinya. Kalula menahan napasnya ketika Brian mengusap lembut area pribadinya sambil menatap Kalula dengan tatapan memuja. Mata Brian berhasil membuat Kalula terbius dan seketika melupakan rasa takutnya.
"Kamu memang sangat cantik Kalula, pantas saja aku tidak bisa melupakanmu."
Kalula menggigit jemari lentiknya. Sebenarnya ia sudah sering dipuji cantik, namun baru kali ada seorang pria memujinya cantik dengan posisi sangat intim.
Tangan Brian terulur untuk meraih jemari Kalula dan mengecupnya. Kemudian Brian meletakkan telapak tangan Kalula di dada bidangnya.
"Sentuhlah aku, Kalula! Please!" pinta Brian dengan suara serak yang terdengar seksi di telinga Kalula.
Dengan ragu - ragu, Kalula menyentuh dan memainkan jemarinya di dada bidang Brian. Kemudian turun dan memindai setiap lekukan otot perut Brian yang terpahat seindah patung dewa Yunani kuno.
Pemandangan itu telah membangkitkan sisi liar seorang Kalula yang selama ini selalu memegang teguh prinsip untuk menjaga kehormatannya hingga ia menikah nanti. Rasa penasaran menikmati percintaan panas dengan pria seksi itu berhasil membutakan akal sehatnya.
"Aaah...," desah Brian sambil tengadah dan memejamkan matanya. Ia begitu menikmati belaian Kalula. Namun sayangnya gerakan tangan Kalula berhenti di simpul handuk. Sepertinya wanita itu merasa ragu dengan sesuatu yang berada dibalik handuk.
"Kamu bisa membukanya jika merasa penasaran!" bisik Brian. Ia berinisiatif untuk membiarkan Kalula menelanjangi dirinya lebih dulu. Siapa tahu setelah melihatnya, Kalua tergoda untuk melakukan hal yang lebih tanpa harus Brian paksa.
Kalula menggigit bibir bawahnya. Ia berusaha mengenyahkan rasa ragu dan malu. Bukankah tadi Brian juga sudah menyentuh miliknya?
Tangan Kalula terulur untuk menangkup milik Brian yang sudah mengeras. Rasa malunya kini berubah menjadi rasa penasaran saat mendengar desahan nikmat yang keluar dari bibir Brian."Iya, Sayang. Kamu boleh memainkannya sesuka hatimu," ucap Brian sambil menatap Kalula dengan mata berkabut karena gairah.
Kalula mulai menggerakkan tangannya untuk memainkan bukti gairah yang dirasakan Brian.
"Aaahh... Iya, Sayang!" racau Brian yang berlutut sambil mengangkangi perut rata Kalula yang berbaring dibawahnya.
Karena ingin merasakan kenikmatan hakiki, Brian melepaskan belitan handuknya dan menyuguhi Kalula sebuah pemandangan yang membuat wanita itu terpana.
Dengan pengalaman yang masih minim, Kalula mencoba untuk menyenangkan Brian.
Brian mencondongkan tubuhnya, membuat genggaman Kalula dari kejantanan Brian terlepas. Pria itu mulai menciumi bibir Kalula dan tangannya menarik paksa blouse yang masih melekat ditubuh wanita yang diam -diam ia puja itu.
Kini nampaklah tubuh Kalula yang bersih dengan buah dada indah yang terbungkus bra seksi berwarna hitam. Dengan terampil, Brian segera melepaskan pengaitnya dan memainkan benda sekal itu dengan tangan dan sapuan lidahnya.
"Aaah..," pekik Kalula ketika merasakan Brian meremas dan menghisap kedua buah dadanya sekaligus. Perlakuan Brian membuat Kalula melayang. Tanpa sadar tangan bergerak untuk membelai surai hitam Brian yang sedang rakus memainkan aset miliknya.
Setelah puas memainkan buah dada Kalula, ciuman Brian pun merambat turun. Sambil memainkan lidahnya di perut Kalula, tangan Brian dengan terampil melepaskan rok sebatas lutut yang dikenakan oleh Kalula. Brian terpesona melihat kewanitaan Kalula yang hanya berbalut cd minimalis berwarna senada. Sebuah cd transparan model tali samping yang memperlihatkan gundukan yang chubby dan menggoda.
Kalula yang sudah mulai terbuai hanya bisa pasrah ditelanjangi oleh Brian. Tanpa perlawan ia membiarkan Brian melepaskan penutup terakhir yang melekat di tubuhnya.
Tbc

KAMU SEDANG MEMBACA
Give Up (TAMAT) Unpub Sebagian
RomanceCerita ini sudah tersedia dalam bentuk Ebook di Playstore. Hanya karena kata - kata yang pernah diucapkan oleh Kalula di acara perpisahan sekolah, membuat Brian membenci wanita itu. Namun ternyata niat untuk membalas dendamnya berubah menjadi obsesi...