Alhamdulillah....
Terima kasih readersku yang telah memilih untuk membeli karyaku yang asli meskipun di luar sana sudah banyak oknum yang menjual versi bajakannya. I love you all. 😘😘😘😘😘😘Semoga Tuhan senantiasa melancarkan rejeki kalian. Amin.
Selamat membaca.
.
.
.
.
.
.Setelah mendapati fakta tentang Brian, Kalula menangis hampir semalaman. Ia merasa telah dibodohi oleh pria itu.
Ternyata laki - laki itulah yang menjadi dalang dibalik jatuhnya harga saham perusahaan ayahnya. Kemudian dengan wajah tanpa dosa, Beian datang menawarkan diri untuk membantu mengatasi masalah yang telah ia ditimbulkan.
Yang membuat Kalula semakin marah, pria itu tidak hanya membuat keadaan semakin runyam. Tapi pria itu telah menyebabkan ayahnya meninggal dunia dan telah menjebak Kalula hingga dengan sukarela menyerahkan kehormatannya.
******
Paginya Kalula terbangun dengan rasa pusing dan mual - mual. Dengan langkah terhuyung - huyung, Kalula menuju ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya.
Karena semalam ia tidak makan, Kalula hanya mengeluarkan cairan yang terasa sangat pahit di lidahnya.
Mungkin asam lambungnya naik akibat setres yang ia alami akibat sabotase yang dilakukan oleh Brian. Namun ketika matanya tidak sengaja melihat kalender meja, tiba - tiba jantungnya berdetak dengan cepat. Bulan ini ia terlambat datang bulan."Masa sih, aku hamil?" Kalula menggigit kukunya untuk menghilangkan rasa panik. Kalula ingat. Ia langsung mandi setelah melakukan percintaan panasnya dengan Brian. Tak lupa ia selalu membersihkan sisa - sisa pelepasan Brian sebersih mungkin.
"Mungkin akibat setres!" Kalula mencoba membuat kesimpulan untuk menghibur dirinya sendiri dan mengusir kegelisahannya.
Namun tetap saja Kalula dibuat panik ketika ia merasakan mual saat mencium parfumnya sendiri.
Kalula melepaskan semua pakaian yang baru saja ia kenakan dan mengulangi ritual mandinya untuk menghilangkan sisa - sisa bau parfum yang melekat di tubuhnya.
Kali ini ia berangkat ke kantor tanpa menyemprotkan parfum kesayangan di tubuhnya.
Dalam perjalanan, Kalula mengingatkan sopir pribadinya untuk mampir di minimarket terdekat. Kalula yang biasanya langsung meminta tolong pada asisten untuk membelikan sesuatu, kini terpaksa harus membeli sendiri alat tes kehamilan untuk membuktikan kegelisahannya.
Sampai di kantor, Kalula buru - buru masuk ke kamar mandi pribadinya. Dengan tangan bergetar ia mengambil tespack dan melakukan sesuai intrusksi yang tertulis pada kemasan pembungkus.
Detak jantungnya terasa lebih cepat ketika mendapati dua garis merah menghiasi benda pipih itu.
Kalula duduk di kursi dengan perasaan berkecamuk. Tangannya bergerak untuk membelai perutnya yang masih terlihat rata.
"Kenapa aku harus mengetahui hamil kamu ketika mendapati fakta jika ayahmu adalah Bajingan yang telah menghancurkan perusahaan milik kakekmu, Nak!" gumam Kalula lirih.
Kemudian Kalula duduk bersandar di kursi. Matanya menatap nanar langit - langit kantor yang dulu ditempati oleh mendiang ayahnya.
Ketika sedang melamun, ponsel Kalula berdering. Sebuah panggilan dari Diana.
"Hallo, Mbak Bos?"
"Iya, Na? Ada perkembangan apa?" tanya Kalula dengan antusias.
"Gawat, Mbak. Ternyata ada yang menyabotase semua kontraknya Mbak Kalula. Bahkan orang tersebut yang membayar pinalti yang seharusnya dibayar oleh Mbak Kalula." ucap Diana.

KAMU SEDANG MEMBACA
Give Up (TAMAT) Unpub Sebagian
RomanceCerita ini sudah tersedia dalam bentuk Ebook di Playstore. Hanya karena kata - kata yang pernah diucapkan oleh Kalula di acara perpisahan sekolah, membuat Brian membenci wanita itu. Namun ternyata niat untuk membalas dendamnya berubah menjadi obsesi...