Cerita ini sudah tersedia dalam bentuk ebook. Please... beli ebook hanya di Playstore, ya Cyn. Jangan yang bajakan. Karena authornya juga membutuhkan uang untuk membeli makan. Xixixixi... peace. 😄✌️
Happy reading.
.
.
.
.
.Tak terasa hari pernikahan Brian dan Kalula sudah berada di depan mata. Seminggu menjelang pernikahan Kalula harus melakukan fitting gaun pengantin. Ia pergi ke butik dengan ditemani ibu dan calon mama mertuanya.
"Cantiknya calon menantunya Mama." Mama Ina kembali memuji penampilan Kalula sambil menelisik dari ujung kepala sampai ke bawah.
"Pantas Brian nggak bisa move on dari kamu, Nak." Mama Ina membuka rahasia sang putera yang sampai melakukan diet dan bekerja keras supaya pantas mendampingi Kalula.
"Terima kasih! Berkat kamu, putera Mama bisa menjadi seperti sekarang," ucap mama Ina sambil tersenyum tulus.
Kalula membalas senyum calon mama mertuanya dengan hati galau, karena saat ini dalam pikirannya sedang merancang skenario untuk membalas rasa sakit hatinya pada Brian.
"Iya, Mama Ina," jawab Kalula sambil berusaha menyembunyikan dilema dihatinya. Jangan sampai orang - orang yang sudah menaruh harapan padanya itu mengetahui rencananya.
Mama Ina memotret Kalula dengan ponselnya, kemudian ia mengirimkan foto tersebut ke nomor Brian.
Brian menatap foto yang dikirim oleh mamanya dengan mata berbinar. Ini adalah obat mengatasi rasa rindu untuk seminggu ke depan, karena saat ini keduanya sedang menjalankan tradisi 'pingitan'. Ia hanya bisa melakuka video call. Itupun di karenakan Kalula selalu minta didongengi dulu sebelum tidur.
*****
Akhirnya hari pernikahan mereka berlangsung. Setelah melakukan serangkaian prosesi adat, dan melakukan ijab qobul, Kalula telah sah menjadi Nyonya Brian.
Resepsi pernikahan mereka digelar dengan sangat mewah di ballroom sebuah hotel ternama. Tamu yang diundang pun berasal dari kalangan atas yang merupakan rekan bisnis.
Kalula tersenyum jumawa ketika melihat si ibu yang ia jumpai sedang ghibah di toilet, menjadi salah satu tamu yang hadir dalam acara pesta pernikahannya. Begitu juga dengan mantan rekan bisnis ayahnya yang berlomba - lomba menjual saham PT Puteri Tunggal hingga menyebabkan harga saham perusahaannya jatuh.
Mereka tampak mengucapkan selamat dan memberikan pujian yang Kalula anggap sekedar basa - basi untuk menyelamatkan diri dan perusahaan mereka. Benar - benar khas orang - orang berwatak penjilat.
Di depan Kalula memuji - muji, di belakang mereka membicarakan Kalula yang berhasil menikahi pengasaha muda sukses yang menjadi banyak incaran para ibu mertua.Diam - diam Kalula tertawa. "Makanya suruh putri Anda mengangkang di depan Brian. Itu juga jika Brian mau."
Tubuh Kalula terasa lelah setelah berjam - jam berdiri untuk menyalami ribuan tamu. Untunglah Brian adalah suami siaga. Pria itu langsung membopong Kalula menuju suite room hotel yang telah mereka sewa.
Di dalam kamar hotel, Brian membantu Kalula melepaskan gaunnya. Kini ia hanya tinggal memakai pakaian dalam saja dan duduk di depan meja rias untuk menghapus make up dan tatanan rambutnya. Sementara itu Brian menyiapkan air hangat di dalam bathup untuk mandi sang istri.
"Kita berendam bareng ya!" pinta Brian sambil melepaskan kancing kemeja yang melekat ditubuhnya satu per satu.
"Aku capek!" tolak Kalula sambil melangkah dengan seksi menuju ke kamar mandi.
"Tapi ini malam pertama kita, Sweetheart!" protes Brian.
Kalula berbalik dan menghampiri suaminya. Tangannya terulur untuk menyentuh bibir pria itu."Malam pertama kita kan sudah lama lewat, bahkan kini sudah menghasilkan," ucap Kalula dengan genit. Kemudian ia berbalik badan dan menuju kamar mandi sambil menggeolkan bokongnya.
Selesai mandi, Kalula segera bergelung di dalam selimut dan tertidur lelap. Hari ini ia benar - benar sangat lelah menyambut para tamu undangan dan melayani foto bersama. Brian yang sebenarnya sejak acara berlangsung tadi sudah ingin bercinta dengan Kalula pun memilih untuk menahan dirinya.
Brian yang juga sudah mandi ikut berbaring di ranjang. Direngkuhnya tubuh Kalula ke dalam pelukkannya. Tak berapa lama ia pun ikut terbawa ke alam mimpi.
******
Brian bangun lebih dulu dari Kalula. Karena ini masih masa honeymoon, ia pun memutuskan untuk tetap berbaring sambil menatap wajah cantik istrinya yang masih terlelap.
Tubuh Kalula bergerak sebelum akhirnya membuka matanya.
"Selamat pagi! Sweetheart," sapa Brian. Kemudian ia mendekat dan memberikan morning kiss pada Kalula.
Ciuman Brian tidak juga berhenti. Kini justru semakin dalam dan menuntut.
"Tunggu, suamiku! Aku masih capek!" rengek Kalula yang disangsikan oleh Brian. Dulu sebelum mereka sah menjadi suami istri saja Kalula tidak pernah menolaknya, mengapa setelah menikah, wanita itu justru suka beralasan?
"Ayolah, Sayang. Sebentar saja!" pinta Brian yang sudah tidak tahan lagi karena menahan hasrat sejak semalam.
Janin di dalam kandungannya seolah tahu dan segera mengirimkan resonansi pada sang ibu. Mendadak Kalula merasa rindu dengan cumbuan Brian.
"Dasar nakal," Desah Kalula yang kini sudah pasrah dalam kungkungan tubuh suaminya.
"Ohh... Yah...aaashhh...," Kalula menikmati sentuhan yang diberikan oleh Brian. Ia membiarkan lidah pria itu menjelajahi seluruh tubuhnya yang masih terlihat seksi meskipun sedang hamil.
Kalula berbaring pasrah. Sesekali matanya terbuka dan menutup. Tangannta bergerak membelai surai hitam Brian yang kini sedang memainkan lidahnya menyusuri paha dan berakhir di area kewanitaannya.
"Ooohh... Brian!" tanpa sadar Kalula mendesahkan nama pria itu ketika ia mulai merasakan sensasi permainan lidah yang dilakukan oleh Brian.
Desahan Kalula membuat Brian semakin dilanda gairah, ia menghentika cumbuannya dan memposisikan diri untuk menyatukan tubuh mereka berdua.
Tubuh keduanya bergerak saling memberikan kenikmatan. Suara erangan penuh kenikmatan keduanya memunuhi suite room hotel yang mereka tempati. Panas tubuh yang menguar membuat tubuh kedunya mulai dipenuhi keringat.
Brian menciumi bibir Kalula sambil terus menggoyangkan pinggulnya. Hingga akhirnya ia merasakan miliknya seperti dijepit dengan erat dan Kalula menjerit nikmat karena mendapatkan pelepasannya.
Brian masih bergerak hingga akhirnya ia pun menyusul Kalula. Tubuhnya menghentak dan menyemburkan benihnya di dalam rahim Kalula.
Brian segera melepaskan penyatuannya dan berguling di samping tubuh istrinya. Keduanya menikmati sisa - sisa percintaan panas mereka dengan menghirup oksigen sebanyak - banyaknya.
Kalula berbaring menyamping dan membelakangi suaminya, sedangan Brian memeluknya dari belakang sambil mencium leher dan punggung Kalula.
"Kamu ingin kita berbulan madu ke mana, Sayang?"
"Sepertinya di sebuah Villa yang memiliki kolam pemandian air hangat itu menyenangkan," usul Kalula.
"Kalau begitu ayo bersiap untuk ke sana!"
Tbc

KAMU SEDANG MEMBACA
Give Up (TAMAT) Unpub Sebagian
Roman d'amourCerita ini sudah tersedia dalam bentuk Ebook di Playstore. Hanya karena kata - kata yang pernah diucapkan oleh Kalula di acara perpisahan sekolah, membuat Brian membenci wanita itu. Namun ternyata niat untuk membalas dendamnya berubah menjadi obsesi...