"mmhh ahh, tekan terus junior ku baby"
Alara menempatkan miliknya di atas milik saka yang masi terbaluti celana dalam nya lalu menggoyangkan pinggulnya memaju mundurkan pinggulnya. "seperti ini Saka?"
"ahh iyaa"
drrtt drrrtttt
Alara yang sedang menggoyangkan pinggulnya pun berhenti, saat handpone yang ada di tas nya bergetar.
"shit" umpat Saka. Saka menurunkan Alara dari pangkuan nya agar Alara memudahkan untuk mengangkat telpon nya entah dari siapa.
Alara mengambil handpone milik nya. menggeser tombol ijo kesamping. Saka sedikit melirik nama yang menelpon Alara.
"Hardi?, siapa dia?" ucap dalam hati Saka.
"yampunn, maaf pak saya lupa ngabarin bapak. maaf ya pak saya ga bisa datang kesana"
"memang dia ingin kemana?" batin saka.
"tapi kan kamu sudah saya suruh datang kesini, karna Agnes tidak datang,kenapa kamu melanggar nya Alara." kata yang di sebrang sana.
"yah tapi kan ini hari libur saya Hardi. kecuali saya meliburkan diri, kamu ada hak buat saya masuk bekerja."
"Alar--"
"maaf kan saya Hardi, saya ga bisa datang, karna ada urusan penting daripada perkerjaan"
Alara melirik sekilas ke arah Saka yang sedang menatap ke depan dengan tatapan datar nya.
Alara mematikan panggilan tersebut secara sepihak. Saka pun keluar dari pintu belakanh menuju pintu pengemudi "duduk depan" ucapan Saka begitu datar. sampai-sampai Alara di buat merinding oleh nya. Alara pun mengikuti perintah Saka.
saat di perjalanan Saka dan Alara tidak ada yang memulai bicara. mereka berdua sama-sama diam. saat di lampu merah Saka berkata. yang membuat Alara terkejut.
"Saya hanya khilaf." ucap nya begitu jelas singkat dan padat.
alara pov.
Kenapa aku bisa menyukai manusia seperti ini. dengar dia tadi bilang apa? khilaf? hanya khilaf?. apa dia tidak menghargai perasaan aku. apa dia hanya menginginkan tubuhku, setelah di pakai dia meninggalkan aku?. Apa dia lelaki seperti itu?. Aku benar-benar terkejut mendengar jawaban nya.
Aku tidak menjawab perkataan nya. aku hanya diam dan menatap jendela mobil. Untuk saat ini jalanan lah lebih indah daripada melihat mukanya. pertemuan perdana yang tidak menyenangkan. hanya di awal saja.
Satu jam kami sampai di kediaman rumah kami. Saka memarkirkan Mobil nya di Garasi rumah nya. saat sudah menaruh mobil di Garasi Saka menatap ku. tapi aku hanya melirik nya sekilas aku ingim cepat-cepat lari ke kamar.
"lihat saya Alara." ucap nya lembut tapi terkesan datar.
Aku tidak merespon apapun aku membuka pitu mobil tapi di kunci oleh nya "buka pintu nya" kata ku tak kalah datar.
"dengarkan saya terlebih dulu, baru saya bukakan pintunya"
"aku ga mau bercanda, cepat buka!"
"saya tidak bercanda"
"Kenapaa siii kamu selalu nyebelin, aku mau pulang cepettt!"
"ini udah sampai rumah kamu"
"ini rumah kamu Saka, rumah aku di depan nya".
"saya tau"
"SAKAAA! AKU BILANG BUKA YAH BUKAA"
"oke"
KAMU SEDANG MEMBACA
Saka & Alara
Ficção Adolescente⚠️⚠️" kita ngapain disini ? " celetuk alara dengan polos. " menurut kamu ? " " Hmmm.... " " Cuddle ? " " Ngaur " jawab Saka. Alara mendekat ke Saka lalu duduk di pangkuan Saka saling berhadapan. Alara mbenarkan posisinya agar nyaman dan mengusap...
