HAPPY READING
-------
Papa farhan langsung masuk dan melihat kondisi menantunya.
"kasihan banget kalian harus menerima perlakuan farhan, nak"guman papa
"haus"ujar adena yang baru bangun
"nih minum nak"ujar papa sambil memberikan minum kepada adena
langsung saja adena minum
"aku ada dimana pa?"tanya adena
"kamu lagi dirumah sakit"jawab papa
"kandungan aku baik-baik aja kan pa"ujar adena dengan panik
"kandungan kamu lemah,kamu kenapa gak makan "kata papa
"adena lupa pa"ujar adena
"kok bisa lupa sih,kamu jangan ulangin lagi ya dan juga jangan kecapean"ujar papa
"maafin adena ya pa karna ceroboh"ujar adena
"iya pa maafkan jangan ulangin lahgi, kalau gitu kamu tinggal dirumah papa aja ya biar bibi yang ingatin kamu makan"ujar papa
"gak usah pa,aku diapartemen kak farhan aja"ucapan adena
"yaudah kalau gitu kamu jangan sungkan datang kerumah papa"ujar papa dianggukin adena
"tadi farhan kesini tapi dia pergi lagi, maafin farhan ya"ujar papa
"gak papa kok pa,mungkin kak farhan ada urusan"ujar adena
"baik banget kamu nak,padahal farhan gak anggap kalian"batin papa
"pa kapan adena bisa pulang?"tanya adena
"mungkin nanti sore"ujar papa
farhan sedang berada dimobil.
"kenapa sih papa belain cewe murahan itu sama anak haramnya"ujar farhan
skip
adena sudah diantar keapartemen farhan.rupanya farhan ada disana..
"farhan,kenapa kamu gak jemput istri kamu.kan papa udah wa kamu"ujar papa
"ngapain buang bensin mobil farhan aja"ujar farhan
"farhan,adena sedang mengandung anak kamu"ujar papa
"bukan anak farhan pa ,dia itu anak haram"ujar farhan
papanya ingin menampar namun adena melarang.
"jangan papa kasihan kak farhan"ujar adena
"papa hanya mau bilang kalau istri kamu besok jangan sekolah dulu"ujar papa namun farhan sibuk main hp
"iya pa,besok adena gak sekolah"ucapan adena
"farhan jagain istri dan calon cucu pa,jangan sampai kenapa-kenapa"ujar papa sambil melihat kearah anaknya
"adena papa pulang dulu ya"lanjut papanya ,adena langsung menyalim tangan mertuanya
KAMU SEDANG MEMBACA
Sorry Adena
Teen Fiction"Terimakasih telah memberikan aku kesempatan untuk membahagiakan kamu setelah banyak luka yang aku berikan selama ini."
