HAPPY READING
---------
Adena sudah tiga hari dirumah sakit namun farhan tidak datang menjenguknya.
"kak farhan kenapa ya gak kesini,apa nanti dia jemput aku"guman adena
disisi lain farhan sedang berada diapartemennya dengan sahabatnya.
"han kami pulang dulu"ujar arka
"iya han gue lagi ada urusan"ujar algi
"sok sibuk kali lo gi"ledek dion
"pulang gih sana,hati-hati"ujar farhan ,mereka langsung pulang.
tiba-tiba hpnya berbunyi rupanya orang rumah sakit menelponnya untuk datang kesana.
ia langsung menuju rumah sakit dan ia baru ingat bahwa beberapa hari ini ia tak menjenguk istri dan calon anaknya. sampai ia langsung bertemu dokter untuk menanyakan keadaan adena berserta kandungan, setelah dari sana ia langsung menuju pembanyaran rumah sakit lanjut keruangan rawat adena.
"kak kok baru datang?"tanya adena
"seterah gue lah,emang lo sapa gue"jawab farhan langsung menusuk hati adena
"maaf kak"ujar adena dengan menunduk dan air matanya sudah jatuh mendengar jawaban farhan
"lo boleh balek, jangan lo nyusain gue lagi dan buang uang gue"ujarnya dengan ketus
"ntar kalau aku punya uang aku ganti kak"ujar adena langsung mengangkat kepalanya,farhan bisa melihat bahwa adena menangis
mereka sudah diberada didalam mobil namun hanya diam saja sampai menuju apartemen.adena memasukin ruang tamu yang sangat berantakan penuh dengan sampah yang berserakan dan ia langsung menyusul farhan kekamar sama saja keadaan kamar yang seperti kapal pecah.
tanpa mengistirahatkan tubuhnya ia langsung membereskan kamar dan semua ruangan disana sampai ia merasakan perutnya lapar.ia langsung melihat farhan yang baru pulang membawa makanan.
"kak, aku bisa gak minta makanan punya kakak?"tanya adena
"GUE GAK AKAN KASIH LO MAKANAN,LO LUPA YA KALAU LO DAN ANAK HARAM ITU UDAH BANYAK HABISIN UANG GUE UNTUK RUMAH SAKIT"bentak farhan sambil menyuap makanannya.adena hanya melihat farhan makan saja
"maafin bunda ya sayang ,kita gak makan dulu"guman adena dengan pelan namun bisa didengar oleh farhan.adena langsung pergi menuju kamar untuk istirahat karna besok ia sekolah.
didalam kamar ia hanya bisa menangis dan mengungkapkan semua isi hatinya selama ini.
"hiks,kenapa kak farhan gak mau kasih aku sedih aja makanan padahal aku sedang mengandung anaknya, apa salah aku sama dia kenapa dia selalu membuat hati aku sakit mendengar semua ucapan yang ia keluarkan dari mulutnya"kata adena
"sayang kamu harus kuat dan sehat meskipun bunda gak bisa menuhin kebutuhan kamu,bunda janji akan selalu jaga kamu dan besarin kamu dengan sekuat tenaga bunda.hiks"kata adena
farhan yang dari tadi mendengar ucapan semua ucapan adena dibalik pintu.ia mendengar bahwa adena mengeluarkan isi hatinya selama ini.adena sudah tertidur setelah menangis, farhan langsung masuk kedalam kamar melihat keadaan istrinya tidur dengan mata yang bengkak dan hidung yang merah.
ia langsung membersihkan dirinya kedalam kamar mandi setelah itu ia langsung menuju tempat tidur,ia jongkok disamping istrinya yang tidur dan ngusap perut adena.
"sayang daddy pasti capek dan laparkan habis beresin apartemen ini,maafin daddy ya gak kasih kamu dan bunda makan.besok daddy kasih uang sama bunda biar makan disekolah"bicara farhan dalam hati sambil mengusap perut adena
ia langsung naik ketempat tidur untuk istirahat namun matanya tidak bisa dibawa tidur,ia masih kepikiran istri dan calon anaknya.
pagi hari mereka sudah siap dengan pakaian sekolah,farhan melihat adena yang bibirnya pucat.
"kak aku berangkat dulu ya"ujar adena sambil menyalamin farhan ,ia selalu melakukan hal tersebut.ia langsung melangkahkan kaki keluar namun farhan menahan tangannya.
"nih uang buat lo"ujar farhan memberikan uang dua puluh ribu.
"makasih ya kak"ucapan istrinya dengan tulus sambil tersenyum
skip back...
Saat adena sedang makan dimeja kantin dengan banyak pembicaran orang, baru satu suapan yuna and geng datang.
"enak banget ya lo makan disini"ujar adena
"gak ingat ya kalau tuh babu disekolah ini,gak pantas makan disini"ujar gita
"ntar malah semua orang jijik lagi makan disini"ujar laras
"lo lupa tugas lo ha"ujar yuna sambil merebut makanan adena
"kak jangan diambil"ujar adena
"emang kenapa gue ambil, sekalian gue buang ditong sampah"ujar yuna langsung membuang ketong sampah,adena hanya menangis
"rasain tuh si jalang"ujar algi
"mulut lo gi, jangan ngomong sembarangan"ujar arka
"padahal aku baru makan satu sendok,aku lapar banget"batin adena
"maafin daddy sayang pasti kamu lapar"batin farhan
Adena langsung melihat arah farhan dan matanya langsung bertemu dengan mata farhan,tatapan matanya memberitahu bahwa ia ingin dibela farhan. farhan bisa melihatnya.
"gitu aja lo nangis cuma makan aja kali, tinggal beli yang baru aja pun"ujar yuna
"dia kan miskin jadi gak ada uang"ujar santi
saat adena ingin mengambil minumnya dan pergi dari sana namun gita langsung mengambil minumnya lalu menumpahkan dilantai, adena langsung berlari meninggalkan mereka.
"hay sayang"sapa yuna kepada farhan dan dianggukin farhan
"yang ntar kita nongkrong yok"ujar yuna
"aku gak bisa ada urusan"jawab farhan dan diangguki yuna.
farhan masih memikirkan nasib anaknya yang belum makan,ia sengaja menolak ajakan yuna.
skip
Adena yang masuk apartemen dengan muka pucat karna ia kecapean jalan dan perutnya lapar,langsung membersihkan badannya.
farhan pulang masuk disambut oleh adena yang sedang menyuci pakaian.
"kak langsung ganti baju ya"suruh aden dan farhan menuruti. beberapa menit farhan keluar
"adena"ujar farhan
Terima kasih telah membaca
Jangan lupa vote dan komen
Tunggu part selanjutnya.......
KAMU SEDANG MEMBACA
Sorry Adena
Teen Fiction"Terimakasih telah memberikan aku kesempatan untuk membahagiakan kamu setelah banyak luka yang aku berikan selama ini."
