Happy Reading.
Farhan langsung saja pergi meskipun ia mendengar yang diucapkan istrinya dan cuek saja mendengar tangisan anaknya.
"Sayang jangan nangis lagi ya, daddy pergi bentar aja kok."ujar Adena kepada anaknya
Sudah satu jam farhan pergi namun baby garhan masih saja menangis.
Adena sudah mencoba semua cara yang bisa ia lakukan saat anaknya nangis namun juga tidak berhasil.
Adena masih berada dikamarnya.
"Cup cup sayang udah ya nangisnya nanti suaranya hilang."ujarnya kepada anaknya.Ia langsung keluar kamar dan meminta tolong kepada bibi.
"Bi tolongin aku, garhan gak mau berhenti nangisnya." ujar adena kepada bibi yang sedang berada diruang tamu.
"Sini biar bibi gendong nak garhan na."ujar Bibi kepada adena, ia langsung memberikan anaknya kepada bibi
"Emang kenapa baby garhan nangis na?."tanya Bibi
"Garhan mau sama mas farhan bi."jawab Adena
"Yaudah kamu telpon saja tuan farhan, badan baby garhan udah hangat na."ujar Bibi
"Udah bi tapi gak aktif hpnya."ujar Adena dengan pelan
Beberapa menit garhan sudah tenang dan tertidur digendongan bibi.
Adena langsung saja meletakan anaknya kekamar supaya bisa enak tidurnya.
Malam hari farhan pulang kerumah, namun tidak langsung menuju kamar.
"Tuan sudah pulang, nak garhan menangis karna ingin bersama tuan."ujar bibi
"Emang nangisnya lama ya bi?,istri saya kan ada."tanya Farhan
"Lama tuan, istri tuan sudah membujuk nak garhan namun tidak berhasil."ujar Bibi
"Makasih bi,saya kekamar dulu."ujar Farhan langsung menuju kamarnya.
Sampai dikamar matanya langsung beradu dengan mata istrinya. Adena langsung menghampirin suaminya.
"Kamu dah pulang mas."ujar Adena
"Lo bisa gak sih jaga anak ha, gue dengar dari bibi garhan nangisnya lama."ujar Farhan
"kalau lo gak bisa jaga anak bilang, biar gue yang jaga."lanjut Farhan
Adena yang mendengar bentak suami terkejut.
"Pantas aja tuhan ngambil satu anak kita karna lo gak bisa jaga dengan baik.mending sekarang lo pindah kamar aja biar gue yang jaga garhan."ujar Farhan membuat adena menangis.
"Mas aku minta maaf karna aku salahpaham masalah kemaren. Mas gak sadar apa yang mas bilang itu salah, garhan nangis karna dia mau sama kamu tapi kamu malah pergi gitu aja.Udah semua cara aku coba buat tenangin dia tapi dia juga gak mau berhenti nangisnya.Aku udah telpon kak,chat tapi gak ada balas dari mas juga."ujar Adena dengan lembut
"Kamu lupa ya mas,siapa yang bunuh anak kita.?tanya Adena sambil menahan air mata
"Kamu yang bunuh anak kamu sendiri mas."Teriakan adena membuat anaknya terbangun dan menangis.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sorry Adena
Fiksi Remaja"Terimakasih telah memberikan aku kesempatan untuk membahagiakan kamu setelah banyak luka yang aku berikan selama ini."
