Menyebalkan (2)

12.6K 1.4K 165
                                        

Setengah perjalanan mereka lewati, baik Devan maupun Alana tidak ada yang membuka suaranya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setengah perjalanan mereka lewati, baik Devan maupun Alana tidak ada yang membuka suaranya. Alana memilih untuk menatap keluar jendela setelah tadi ia disuruh diam oleh lelaki di sebelahnya itu. Sementara Devan menahan diri untuk tidak berkata kasar karena menemukan istrinya sedang berduaan bersama lelaki lain di pinggir jalan.

Oh, bukan karena ia cemburu.

Tidak.

Devan meyakinkan itu. Mereka tidak memiliki perasaan apa pun, ia juga tahu kalau Alana tidak memiliki perasaan dengannya. Devan hanya tidak terima jika Alana bisa bermesraan dengan lelaki lain, sementara dirinya harus meratapi kesedihan karena pengkhianatan yang Almira lakukan.

Maka, saat anak buahnya yang ia suruh untuk mengikuti Alana mengatakan kalau gadis itu sedang bersama lelaki lain di dalam sebuah mobil, Devan segera menyusulnya. Dan benar saja, di sana ia menangkap basah sang istri sedang bermesraan dengan lelaki itu.

Sialan!

Bahkan Alana juga ingin berselingkuh? Ingin meninggalkannya seperti Almira? Devan tidak akan membiarkan itu. Tidak. Devan pastikan Alana akan mendapatkan hukuman setelah ini.

Hingga dua puluh menit telah mereka lalui dalam kesunyian, akhirnya mobil yang Devan kendarai tiba di pekarangan rumah, dan berhenti.

Alana ingin segera keluar dari sana, tapi dengan cepat Devan menahan tangannya, membuat Alana berbalik menghadap lelaki itu. "Seminggu gak menjalankan tugas kamu sebagai seorang istri, lantas bisa membuat kamu dengan bebas bermesraan dengan lelaki lain?"

Alana berbalik dengan kening terlipat dalam. "Maksud Mas Devan apa?"

"Jangan pura-pura bodoh!"

"Apa sih aku beneran gak ngerti." Alana berusaha melepas cekalan di tangannya, namun bukan terlepas, cengkraman itu malah semakin menguat. "Sakit, Mas!"

"Kamu mau ningalin aku?"

Alana membelalak, mencoba memahami maksud ucapan Devan. "Ninggalin apa?"

"Aku tahu Bastian itu mantan pacar kamu."

Tubuh Alana sontak menegang, tak menyangka jika Devan bisa mengetahui hubungannya dengan Bastian secepat itu, atau sebenarnya memang lelaki itu sudah tahu sejak awal?

"Mas?"

"Ck," Devan berdecak, memalingkan wajah keluar jendela. "Kamu memang cocok jadi adiknya Almira. Kalian sama ..." lalu kembali menatap gadis itu. "Sama-sama berengsek!"

"Mas!" Alana menegur tak terima, terlebih pada kata kasar yang Devan ucapkan.

Berengsek? Bukankah sebutan itu lebih pantas ditunjukan pada Devan? Siapa yang sudah dengan sengaja menghindar selama seminggu ini? Bahkan setelah puas mendapatkan kenikmatan dari tubuh gadis yang tak ia anggap sebagai istri.

"Jaga ucapan kamu."

"Benarkan?" Devan menyeringai. "Kalian memang sama, Almira ninggalin aku demi lelaki lain, sedangkan kamu ... kamu jalan sama cowok lain di belakang suami kamu."

EFEMERALTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang