07. Kasa : You Were Beautiful

277 34 10
                                        

Tentang :

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tentang :

-Hiro Angkasa Langit-
as
Lee Hyunjae - The Boyz

Terlalu congkakkah saya, bila saya ingin menempatkan sebuah nama lebih dulu dibanding nama-nama lain yang harus disebut disusunan pertama dalam perkenalan, termasuk nama saya. Agaknya saya ingin menunjukkan bahwa nama ini saya prioritaskan di jajaran tertinggi hal-hal yang harus saya dulukan. Maka bila kamu dan siapapun tidak setuju, tolong tahan saja ya. Cukup dengar betapa saya mengeluh-eluhkan sebuah nama yang mencuri segala rasa kagum saya, ialah..

Ragani Elrosa.

Nama yang unik, sepakat ?

Sebagaimana saya juga menyepakati bahwa nama unik dengan pemilik yang mulai melambai menguar senyum bebas dikerumunan Malioboro siang hari pada jam 12.00 tepat itu berhasil dengan sempurna mencuri segala perhatian saya diantara jalannya yang berdesak membelah kerumunan ibu-ibu, bapak-bapak, adek-adek, mas-mas atau mba mba lainnya. Bagi saya, Ragani Elrosa telah sukses menjebak saya dipesonanya yang membius ajaib. Perpaduan teriknya matahari diatas kepala harusnya amat tidak cocok dengan segala rupa orang yang sedang berjalan berdesakan di Malioboro ini untuk terlihat tetap mempesona. Aturan umumnya, sengatan matahari di jam 12 siang tepat menimbulkan berbagai reaksi tubuhmu yang serasa dibakar bukan ? Belum lagi penambahan situasi berupa saling berdesak diantara kerumunan akan pula menambah kusutnya rupa. Ini sudah jadi semacam perjanjian alam, manusiawi.

Tapi Eros berbeda dimata saya.

Lihat, senyumnya merekah menguarkan pikat ajaib yang angin sepoipun mendukung untuk mengurai pelan gerai rambut pendeknya. Sialan yang berlipat, dia cantik sekali disorot panasnya matahari Malioboro.

Belum lagi soal aroma wangi Eros yang mulai memeluk saya sekarang. Sungguh, saya terbenam sampai tandas tak bersisa dalam pesonanya. Entah karena aroma parfum Eros atau pelukannya, atau pula karena pelukan dan aroma itu dilakukan secara bersamaan, saya tidak bisa memastikan. Yang paling bisa saya pastikan hanya satu, saya terbius. Dan dia memeluk kian erat.

Bolehkah saya meminta kamu membayangkan pacu jantung saya yang tiba-tiba serasa dipercepat dan seluruh rasa aneh yang bercampur memenuhi diri saya, seperti terdominasi oleh deg-degan yang berlebih. Ah, entahlah--pokoknya gitu.

"Aku seneng banget Kas..." katanya yang masih menggantungkan tangan dileher saya sambil menghadap saya dengan intens. Sialan lagi memang Eros. Bisa-bisanya dia mewujudkan rupa bagusnya tepat dihadapan saya begini.

"Sudah dapat izin cuti ?" Tanya saya memastikan, demi kembali memperoleh kesadaran diri saya supaya jangan lepas dari raga saya.

Eros mengangguk, senyumnya kian mengembang. Menyita seluruh rasa suka saya sekaligus penyesalan yang paling dalam.

"Berangkat jam berapa ?"
"Jam 21.00, weekday kereta dari sini adanya jam segitu doang sih Kas" ceritanya.

Saya mengangguk, disertai tautan tangan Eros yang mulai pergi dari leher saya. Seperti bagaimana saya mulai pelan-pelan menarik kembali kewarasan dalam diri saya akibat kalungan tangan dileher saya dan senyum-senyum membiusnya tadi.

Juara BertahanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang