Seperti kata Fiersa Besari, dalam liriknya yang seolah meledek betulan saya.
Saya adalah pesaing terkuat laki-laki dalam posisi pertama itu. Saya pesaing paling tangguh yang sanggup menahan suka, tak terbalas.
Saya, ialah juara bertahan, bertahan da...
Ini kan yang kalian tunggu tunggu. Beliau kan yang kalian mention-mention terus. Nah akhirnya datang juga.
Yaudah,
Semoga menikmati, Selamat membaca.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ini bukan judul lagunya Rihanna, melainkan kisah Abim. Pemuda gagah versinya sendiri kala depan cermin.
Jatara Manik Abimanyu, biasa di sapa Abim, bujang banyak gaya yang sudah vaksin booster pertama, booster kedua belum-- nunggu di suruh ayang dulu katanya.
Mahaning Janitra, pacar serasi yang selalu satu visi dengan Abim. Satu-satunya perempuan yang sudah lama disanding Abim, pawang abadi Abim.
Maha dan Abim sudah pacaran sejak semester 4 perkuliahan mereka. Ditembak didekat aula outdoor fakultas yang diteduhi pohon beringin, ditembak dengan efek bersenyam-senyum terus sepanjang hari karena sama-sama kikuknya gandengan tangan untuk kali pertama,
Gandengan pertama itu beruntun dan jadi seterusnya, sampai habis berpuluh-puluh film di bioskop menemani masa pacaran Abim dan Maha dari sejak semester 4 itu. Kebetulan sekarang keduanya sudah sama-sama ada di semester 7, semester ujian romansa muda mudi kampus. Dimana Maha dan Abim akan terpisah untuk beberapa bulan, perpisahan yang berkemungkinan permanen atau temporary. Bisa jadi permanen kalau tiba-tiba cinlok di tempat KKN, kalau beruntung sih ya alhamdulillah pisahnya cuma selama masa KKN berlangsung.
Tapi, sekalipun Maha tahu Abim dengan segala bentuk karakternya, tidak dipungkiri Maha tetap cemas ketika rupa Abim manis sekali pas lagi senyum. Begitu pula Abim, sekalipun tahu Maha bukan tipe yang mudah jatuh cinta ke orang lain, tetap saja was-was kalau ada yang jatuh cinta ke Maha, apalagi jatuh cintanya ngeyel.
"Kabarin ya yang kalau disana" kata Abim "Iya, kamu juga" "Aku pasti bakalan kangen banget sama kamu Maha" ucap Abim, "Ck..gimana dong yang kalau nanti aku kangen" "Aku samperin ?" celetuk Maha "Aku aja yang nyamperin kamu" Abim tak mau kalah. "Kalau yang kangen aku duluan gimana ?" "Engga enggak. Udah pasti aku dulu yang kangen. Pokoknya aku lebih duluan yang kangen kamu sayang" Protes Abim, maka begitulah seterusnya kedua orang setengah dewasa yang sama tak mau mengalahnya perkara rindu.
Baik Maha ataupun Abim punya karakter yang cenderung serupa, Abim dan Maha tidak pernah punya selisih paham, tidak ada pertengkaran untuk dibawa sampai serius, tidak juga sekalipun dalam empat kali Desember dari Januari 2018 sampai sekarang, putus jadi alternatif diakhir obrolan. Abim tidak sempat memikirkan kata itu di beberapa Desember yang telah lewat, Maha juga tidak mau melibatkan kata putus dalam option manapun terkait Abim.