.
.
.
"Lo baik, tapi karena emosi lo yang nggak ke kontrol membuat orang-orang melihat lo jahat"
.
.
.
Wajah lesu yang tadi nya terlukis di wajah siswa/i kelas XI IPA 1 kini berubah menjadi wajah lega. Yang awal nya tertidur, kini mulai membuka mata gembira. Yang awal nya hanya menatap kosong guru yang tengah mengajar kini menatap cerah pada guru yang sama.
Situasi sekejap berubah ketika suara bel yang sudah lama di dambakan oleh semua pelajar akhir nya berbunyi. Semua siswa/i menyambut dengan kegembiraan penuh. Bahkan sebagian siswa/i sudah ada yang lebih dahulu keluar kelas dari pada guru yang mengajar di kelasnya saking antusias nya mereka ingin pulang.
Ketika semua orang berbondong-bondong keluar kelas, ada satu cowok yang berlawan arah masuk ke dalam kelas itu.
"Hari ini ada jadwal rapat ga?" Tanya cowok bername tag Marvel yang baru saja sampai di hadapan 2 orang cowok.
"Ngga"
"Syukur deh, gue pen cepat-cepat pulang" celetuk seseorang yang baru saja datang. Mereka yang ada di sana melirik kearah pintu kelas.
"Kenapa muka lo?" Tanya Marvel sembari terkekeh melihat wajah pucat orang yang menyela ucapan nya tadi.
Cowok bername tag Daniel mendaratkan bokong diatas meja, lalu menatap ke-3 teman nya dengan tatapan lesu "gue laper bege" umpat Daniel kesal. Siapa pun jika di tanya dalam situasi lapar pasti jawaban nya akan ketus seperti yang Daniel lakukan barusan.
"Laper ya makan dong, napa ngeluh ke kita paok" balas cowok bername tag Zyan.
"Berisik lo njim" kesal Daniel.
"Eh ini semua gara-gara waitress tadi. Kalo ga gue ga bakalan kelaparan gini" lanjut Daniel menyalahkan seseorang.
"Lo aja yang sial hari ini. Gue mah free class tadi" ledek cowok bername tag Arkan. Tawa ledekkan kini memenuhi setiap penjuru kelas XI IPA 1 yang hanya tersisa mereka berempat.
"Definisi teman laknat" gerutu Daniel sembari bangkit dari duduk nya.
"Gue duluan, laper banget anjiim" seru Daniel sambil berlari meninggal kan kelas. Mereka hanya bisa menggeleng melihat tingkah random dari sahabat nya itu.
"Yok cabut, gue juga laper. Kalian mah enak free class tadi" ucap Marvel. Arkan dan Zyan hanya tertawa mendengar kan nya. Lalu mereka pun pergi meninggalkan kelas lalu menuju parkiran.
3 motor ninja berwarna seragam kini keluar dari gerbang sekolah dengan kecepatan sedang. Di persimpangan jalan Arkan berpisah jalan dengan Zyan dan Marvel, karena memang rumah dia tidak searah dengan mereka.
Jalanan kota saat ini tidak terlalu ramai hingga tidak menimbulkan kemacetan panjang. Mata elang Arkan tak sengaja menangkap sosok yang entah kenapa membuat ia ingin menurunkan kecepatan motor nya.
Ketika Arkan melewati jembatan yang memang jalan menuju rumah nya, tak sengaja ia melihat seorang gadis yang tengah bersandar di pembatas jembatan. Seperti nya Arkan pernah bertemu gadis itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aletta Story [END]
Teen FictionAletta V, gadis yang menyandang gelar 'Dewi Pencabut Nyawa'. Gelar itu sudah melekat pada diri nya semenjak ia menduduki bangku SMP. Tak seorang pun yang berani mendekat untuk menjadi teman Aletta. Sedangkan gadis pemilik tatapan dingin itu pun, jug...
![Aletta Story [END]](https://img.wattpad.com/cover/257785786-64-k144669.jpg)