Hello everyone🤗
Sorry minggu kemaren aku ga bisa up ,,, ya kalian tahu lah sesibuk apa kalau udah kelas 12. Jadi harap maklum ya:)
Aku ingetin lagi, jangan lupa untuk share cerita ini keteman-teman nya😚 terimaksii
Kalau ada typo, tolong di tandain aja😉
Enjoy😘
÷÷÷
.
.
.
"Kesalahan terbesar ku, ketika terlalu percaya pada mereka!."
.
.
.
"Kayak ada yang kurang deh." Seru Daniel yang membuat mereka semua ikut berpikir.
"Kurang cemilan nggak sih." Sorak Juna yang di setujui mereka.
"Nah ituu."
"Biar gue yang pergi beli." Semua mata menoleh kearah Aletta.
Sedangkan yang di tatap hanya menaikkan bahu acuh, lalu bangkit dari duduk nya.
"Gue ikut!." Keyla berlari menyusul langkah Aletta.
Aletta hanya diam, tidak menjawab atau pun melarang Keyla mengikuti nya. 2 orang gadis itu pergi meninggalkan markas Elang menuju super market terdekat.
Setelah sampai di super market, Aletta membagi tugas dengan Keyla. Ia memilih untuk mencari di sisi kiri dari super market sedangkan Keyla disisi kanan. Ketika sudah mendapatkan semua yang mereka rasa perlu, Keyla dan Aletta kembali bertemu di kasir untuk membayar barang yang mereka ambil.
"Di gue cuma ada minuman sama mie instan." Ujar Keyla mengangkat kedua kantong kresek besar yang ia bawa.
"Gue cemilan semua." Keyla mangut-mangut paham.
Mereka kini mengambil barisan untuk mengantri di meja kasir.
Beberapa menit berlalu, akhirnya sekarang giliran mereka untuk membayar. Seorang kasir kini menggesekkan kartu milik Aletta lalu memberi kertas kecil, bukti pembayaran pada gadis itu. Keyla dan Aletta kini melangkah keluar super market berniat untuk kembali ke markas Elang dengan belanjaan yang terbilang cukup banyak.
Dalam keheningan, Aletta merasakan kulit nya di jatuhi sebuah cairan dari langit.
Reflek, Aletta mendongak ke atas sembari menegadahkan tangan nya ke langit. Keyla yang menyadari kegiatan Aletta mulai melemparkan pertanyaan pada gadis itu "kenapa?."
"Hujan!." Gumam Aletta kecil namun masih bisa di dengar oleh Keyla.
Keyla ikut menegadahkan telapak tangan nya, benar saja, setetes air yang semakin lama semakin banyak itu mulai membasahi telapak tangan nya.
"Buruan!." Mereka berdua berlari kearah motor Aletta yang terparkir tidak jauh dari posisi mereka sekarang.
Dengan terburu-buru Aletta menghidupkan motor, dan membiarkan Keyla naik lalu menarik pedal gas motor nya dengan kecepatan tinggi. Jalanan yang semula kering, mulai lembab. Orang-orang yang berjalan di atas trotoar memilih menepi di emperan toko agar tidak terkena hujan. Begitu pun para pemotor yang tidak membawa jas hujan.
Atas kesepakatan nya dengan Keyla, Aletta yang tidak menyiapkan jas hujan di dalam jok motor nya memilih untuk menerobos hujan malam itu. Mereka pikir, jika mereka berhenti untuk berteduh, mereka hanya akan membuang waktu dan membuat diri mereka terjebak lebih lama di tengah hujan ini. Karena sekarang tidak terlalu deras, lebih baik mereka terobos saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aletta Story [END]
Teen FictionAletta V, gadis yang menyandang gelar 'Dewi Pencabut Nyawa'. Gelar itu sudah melekat pada diri nya semenjak ia menduduki bangku SMP. Tak seorang pun yang berani mendekat untuk menjadi teman Aletta. Sedangkan gadis pemilik tatapan dingin itu pun, jug...
![Aletta Story [END]](https://img.wattpad.com/cover/257785786-64-k144669.jpg)