[ 70 ] Hilang!

267 11 5
                                        

Hello everyone🤗

Gimana kabar nya? Semoga sehat ya. Seperti biasa, baru sempat up part baru nya sekarang😭🙏

Baca part sebelum nya dulu ya, biar mudeng sama alur yang ini😉

Enjoy😘

÷÷÷

.
.
.

"Setiap perpisahan pasti menyakitkan!."

.
.
.

Cahaya remang-remang dari ruangan entah berantah perlahan merambat masuk kesela-sela mata. Suara konsisten dari mesin di samping brankar perlahan menembus pendengaran. Tubuh seseorang terbaring lemah di atas tempat itu. Tulang nya seakan remuk, tak bisa di gerakkan. Hal pertama yang ia lihat sekarang hanyalah dinding kumuh tak terawat serta langit-langit rumah yang sudah di makan rayap.

Cklik.

Pintu yang ada di depan sana terbuka. Cahaya dari luar ruangan terlihat begitu terang. Ini bukanlah rumah, melainkan gubuk terbangkalai. Dibalik pintu sana langsung terlihat langit biru yang cerah, menandakan ini bukan ruangan dalam rumah.

Seseorang berdiri menghadang cahaya sehingga ia tak bisa melihat wajah yang tengah berdiri di depan sana. Siluet itu perlahan mendekat, mendekat dan mendekat.

Orang yang terbaring lemah itu tak berhenti memperhatikan dia yang kini semakin dekat, hingga tanpa sadar satu tetes bulir air mata jatuh tanpa permisi.

"Semua nya sudah siap! Kita harus segera pergi dari sini!."

👊

31 Desember 2022
Pukul 18.00

Kepala yang sedari tadi tertunduk lesu perlahan mendongak saat merasakan pergerakan dari tangan yang kini ia genggam erat.

Mata sembab itu menatap berharap wajah yang babak belur didepan sana dengan hati yang pedih.

"Hmm." Suara itu terdengar beriringan dengan kedua mata nya yang terbuka perlahan.

Alea yang mendapati hal tersebut menangis haru, sembari menekan tombol yang ada didinding dekat brankar.

Tak lama dokter pun datang, mulai memeriksa keadaan Aletta.

"Gimana keadaan kembaran saya dok?."

Dokter yang baru selesai memeriksa melukis senyum tipis "saudari mbak baik-baik saja. Luka nya tidak terlalu parah kecuali yang ada di telapak tangan. Tapi untung nya langsung di bawa kerumah sakit, jadi tidak masalah. Malam ini saudari mbak udah bisa pulang."

Alea yang mendengar kabar baik itu tersenyum senang "baik dok. Terimakasii banyak."

Dokter itu mengangguk, lalu pergi meninggalkan 2 orang yang ada di dalam ruangan.

Helaan nafas lega terdengar, Alea duduk di kursi samping brankar Aletta dengan perasaan tenang. Sebelumnya ia sempat cemas, karena sudah 1 jam Aletta tak siuman. Tapi syukur lah tidak terjadi hal serius dengan kembaran nya kini.

"Makasi." Gumam Alea kecil. Alea menatap bergetar manik mata gadis didepan nya "makasi udah nggak ninggalin gue."

👊

31 Desember 2022
Pukul 20.05

Seperti biasa, jalanan ibukota selalu saja ramai. Entah apa yang di lakukan orang-orang hingga di malam hari pun masih ramai di lintasi.

Aletta Story [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang