[ 72 ] Farewell Party

101 4 0
                                        

Hi everyone!

Jangan lupa vote dan komen nya!

Enjoy😘

÷÷÷
.
.
.

"Mereka hanya akan bisa mengenang sambil mengamati dunia yang sedang berjalan."

.
.
.

2 bulan kemudian.

Setelah berita besar akan kematian anak pengusaha nomor 1 se-Asia menggemparkan satu Indonesia, perlahan-lahan akhirnya mulai dilupakan. Selama beberapa minggu semua orang membicarakan kejadian naas itu. Hingga tanpa sadar sudah 2 bulan lama nya berlalu. Ada yang masih setia mengikuti lanjutan kasus nya, ada juga yang mulai melupakan.

Yap. Begitulah kehidupan, semua nya akan lupa dan berjalan seperti biasa.

Lalu bagaimana dengan mereka yang merupakan orang terdekatnya? Ya, mereka hanya akan bisa mengenang sambil mengamati dunia yang sedang berjalan.

Seperti sekarang contoh nya, gadis dengan cardigan hitam yang berdiri di lantai 2 gedung sekolah tengah menatap orang-orang dibawah sana dengan tatapan hampa. Kabar kematian Aletta benar-benar merenggut senyum dan kebahagian gadis itu, bahkan sekarang ini ia lebih sering melamun.

Dingin nya udara malam perlahan merambat masuk dari balik cardigan nya yang kini ia tarik lebih dalam sembari memeluk diri nya.

Kedua mata itu masih menatap kebawah, banyak siswa-siswi yang berpakaian anggun, berdansa merayakan hari kelulusan mereka dengan senyum merekah di bibir nya. Ada yang menampilkan bakat seperti menyanyi, bermusik dan menari. Semua nya terlihat bahagia, hanya ia yang diam mengamati.

Hari ini adalah hari istimewa bagi siswa/i kelas 12 yang merayakan kelulusan nya dengan suka cita. Keyla yang bukan bagian dari acara hanya diam memantau dari atas. Ia bukan panita acara seperti Zyan, Marvel dan Daniel. Ia hanya siswi kelas 10 yang ikut meramaikan acara.

"Kenapa ga turun?." Suara berat yang sangat familiar di telinga itu menembus lamunan.

Keyla menoleh, memberi gelengan singkat pada Zyan yang kini memakaikan blazer hitam pada Keyla. Gadis itu tak menolak, ia hanya diam dan kembali memandangi mereka yang ada di bawah sana.

Apakah Keyla terlalu egois jika meminta semua orang harus mengenang Aletta seperti dirinya sekarang yang setiap saat memikirkan gadis itu? Apa Keyla terlalu egois meminta semua orang selalu berduka?.

2 bulan sudah Aletta pergi meninggalkan dunia ini, tapi tak pernah seharipun Keyla merasakan ikhlas. Ada suatu hal yang entah kenapa membuat dirinya gelisah. Apakah ini yang dinamai dengan penyesalan?. Seperti ada yang janggal di hati nya, namun tidak tahu apa.

"Lagi mikirin Aletta?." Tebak Zyan benar, yang ikut berdiri di samping Keyla sembari melihat kearah bawah.

"Hm. Dia sedang ngapain ya di atas sana?."

"Lihat kita mungkin." Jawab seseorang dari arah kanan Keyla yang membuat Zyan menoleh, tapi tidak untuk gadis itu.

Daniel dan Marvel muncul dari balik tembok dengan setelan jas yang serupa. Tak lupa, id card yang tergantung di leher masing-masing.

"Gue yakin, Aletta sedang merhatiin kita sekarang." Ujar Marvel berdiri di sisi kanan Keyla di ikuti dengan Daniel di samping nya.

"Apa dia akan senang lihat kita?." Tanya Keyla, kali ini di sambut dengan helaan napas singkat.

"Hm. I hope." Zyan merangkul Keyla dari sisi kiri. Sedangkan Marvel dan Daniel saling merangkul satu sama lain.

"I miss you, Aletta."

Acara farewell party yang diselenggarakan oleh semua anggota OSIS itu berjalan dengan lancar.

Zyan yang notabenenya adalah wakil ketos mengusahakan segala hal untuk bisa melancarkan acara, walau tak didampingi Arkan. Acara yang sudah susah payah di susun oleh Arkan selama satu semester, tidak mungkin Zyan hancurkan. 

Sekalipun Zyan dan ke-3 teman lain nya masi dalam keadaan berduka...

👊End👊

Up

09-07-2025

!VotMen!

Aletta Story [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang