.
.
.
"Peraturan ada untuk dilanggar"
.
.
.
"Promnight" usul gadis yang rambut nya sengaja ia kuncir kuda. Semua anggota yang kini tengah ikut serta dalam rapat itu pun terlihat mempertimbangkan usulan dari salah satu anggota nya.
Tok...tok..tok.
Cklikk
Gadis yang tengah memeluk buku kecil di tangan kanan nya, kini masuk kedalam ruangan yang orang-orang kenal dengan sebutan ruang OSIS.
"Udah?" Tanya cowok yang kini menoleh kearah gadis itu.
"Udah, palingan bentar lagi dia datang" jawab nya sembari mendudukkan diri di kursi. Cowok itu hanya mangut-mangut paham.
"Ok. Kita lanjut!"
"Eh tunggu dulu, si ketos mana?" Tanya gadis yang tadi nya baru saja masuk.
"Dia lagi di ruang kepsek"
"Ngapain?" Tanya gadis yang rabutnya di kuncir kuda.
"Ga tahu, udah kata dia lanjut aja dulu rapat nya. Ntar dia nyusul" semua nya mangut-mangut paham.
"Ok, kita lanjut. Ada usulan lain?" Lanjut cowok itu yang notabene nya adalah wakil ketua OSIS dengan bergantian menatap anggota nya.
"Gue setuju sih sama usulan Keysha. Kita adain Promnight aja" ucap salah satu dari anggota OSIS.
"Yang lain?"
"Setuju" jawab mereka saling bertautan.
"Ok. Wa lo catet aja dulu, ntar biar gue bilang sama ketos!. Di hari perpisahan kelas XII kita bakal adain Promnight dan untuk daftar acara nya kita rapatin lagi sama ketos di lain waktu!"
Cewek yang baru saja di panggil dengan sebutan 'Wa' langsung sigap menjalankan tugas nya sebagai sekretaris OSIS. Pulpen gadis itu menari dengan lihai di atas buku kecil yang selalu ia bawa-bawa.
"Baik. Rapat kita untuk hari ini, sampai di sini dulu. Kalian boleh kembali ke kelas masing-masing!" mereka semua menganggung paham.
Cowok yang menjabat sebagai wakil ketua OSIS itu melirik jam dinding ruangan ini, lalu menoleh pada gadis di samping nya yang juga tengah menatap nya. Seakan tahu maksud tatapan itu, Nazwa yang menjabat sebagai sekretaris OSIS dan orang yang di percaya untuk memanggil seseorang kesini mengangguk paham.
"Biar gue panggil lagi anak baru itu" ujar Nazwa yang diangguki oleh sang empu.
Baru saja Nazwa bangkit dari duduk nya, suara ketokkan pintu mengalihkan semua perhatian. Di dalam sana masih ada beberapa anggota OSIS yang belum balik ke kelas nya dengan alasan simpel 'malas berada di kelas.'
Cklikk
Pintu ruangan mulai terbuka dengan perlahan hingga menampakkan seorang gadis yang seragam nya di lampisi dengan hoodie hitam. Semua nya saling melemparkan tatapan tanya ketika melihat gadis yang ada di ambang pintu sekarang ini. Bagaimana tidak, wajah gadis itu tak begitu jelas karena tertutup oleh tudung hoodie nya.
"Anak baru?" Tanya wakil ketos tadi pada gadis yang masih diam berdiri di ambang pintu. Gadis itu hanya mengangguk sekilas.
"Masuk!"
Untuk kesekian kali nya gadis itu menghela nafas berat. Aletta membeci organisasi ini, begitu pun untuk masuk kedalam ruangan ini rasa nya Aletta akan menodai prinsip ia sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aletta Story [END]
Teen FictionAletta V, gadis yang menyandang gelar 'Dewi Pencabut Nyawa'. Gelar itu sudah melekat pada diri nya semenjak ia menduduki bangku SMP. Tak seorang pun yang berani mendekat untuk menjadi teman Aletta. Sedangkan gadis pemilik tatapan dingin itu pun, jug...
![Aletta Story [END]](https://img.wattpad.com/cover/257785786-64-k144669.jpg)