Happy 1k readers😍😍
Thank you so much yang udh dukung cerita Aletta Story sejauh ini😘
Mohon maaf aku telat up minggu ini🙏
Jujur aja, part nya udh siap di hari dimana harus nya aku update, tapi belum aku revisi. Maka nya aku pending dulu. Maaf ya🥺🙏
Enjoy❤
÷÷÷
.
.
.
"Mereka hanya butuh sedikit kebebasan"
.
.
.
Daniel dan Zyan saling bertukar pandang. Mereka cangung dengan situasi di antara Arkan dan Marvel. Sudah hampir 10 menit berlalu tidak ada dari mereka yang mengangkat suara walau hanya sekedar menjawab kata 'iya'. Jujur saja, Daniel dan Zyan sangat tidak nyaman dengan itu. Di antara Arkan dan Marvel, mereka hanya sibuk memainkan ponsel dan mengunci mulut rapat-rapat.
Daniel membenarkan posisi duduk nya "sampai kapan kalian dieman kayak gini?" Tanya nya frustasi.
Zyan menenggelamkan wajah di dalam lipatan tangan nya "sampe kiamat" jawab Zyan asal.
Daniel mengikuti Zyan dengan menenggelamkan wajah di dalam lipatan tangan nya "lama juga yak".
Arkan mendengar ucapan mereka tetapi ia sedang tidak ingin merespon nya. Sedangkan Marvel hanya menoleh sekilas pada Daniel dan Zyan, lalu kembali menunduk pada ponsel nya.
Ting.
Di saat Arkan tengah fokus dengan ponsel nya, notifikasi pesan masuk menarik atensi Arkan untuk membuka nya. Tatapan Arkan berubah menjadi dingin ketika membaca isi dari pesan itu. Arkan meletakkan ponsel nya dengan sedikit hempasan lalu memejamkan mata sembari menarik nafas berat. Mereka yang sadar dengan helaan nafas Arkan, serentak menoleh pada cowok itu.
"Ada apa Ar?" Tanya Zyan mewakili mereka semua.
Tanpa menjawab pertanyaan Zyan, Arkan menggeserkan ponsel yang masi menampilkan sebuah pesan ke tengah-tengah mereka. Masih dalam mode bingung, mereka tetap memanjangkan leher untuk melihat nya.
Detik itu juga mereka saling menatap. Apa yang harus mereka lakukan sekarang ini? Mereka beralih menoleh ke arah Arkan yang kini juga tengah menatap kearah mereka.
Arkan menaik turunkan bahu nya, ia juga tidak tahu apa yang harus ia lakukan dengan pesan itu. Arkan sudah berjanji pada bokap untuk tidak melakukan nya lagi.
"Kita harus gimana?" Tanya Daniel dengan wajah khawatir.
Arkan menggeleng kecil "gue ga tahu" jawab nya sembari mengusap wajah gundah.
"Kalian tahu sendiri gue udah janji ga bakal lakuin itu lagi. Kalo bokap tahu, gue akan benar-benar di kirim ke KorSel" lanjut Arkan dengan nada rendah.
Ya, mereka tahu pasti akan hal itu. Tapi apa yang akan mereka lakukan jika Arkan tidak ada di samping mereka.
"Tapi kita ga bisa diam aja Ar. Lion ga pernah main-main sama peringatan nya" seru Marvel.
Zyan mengangguk setuju "Marvel benar. Kita ga bisa diam aja"
"Trus Arkan harus ngapain, lo mau dia di kirim ke KorSel" timpal Daniel kesal membuat mereka semua terdiam.
Setelah berfikir dengan matang, Arkan kembali mengangkat suara nya "gini aja. Ntar malem kita ngumpul di markas-"
"Tapi Ar, kalo bokap lo tahu gimana?" Potong Daniel khawatir.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aletta Story [END]
Teen FictionAletta V, gadis yang menyandang gelar 'Dewi Pencabut Nyawa'. Gelar itu sudah melekat pada diri nya semenjak ia menduduki bangku SMP. Tak seorang pun yang berani mendekat untuk menjadi teman Aletta. Sedangkan gadis pemilik tatapan dingin itu pun, jug...
![Aletta Story [END]](https://img.wattpad.com/cover/257785786-64-k144669.jpg)