Hi everyone!
Upss apa nih udah kelar aja? Hahaha😂 Ternyata nyelesain cerita ini membutuhkan waktu 4 tahun lama nya😭 sesulit itu ternyata...
Ga terasa dari aku SMK sampai sekarang udah semester 4 kuliah cerita ini baru bisa tamat. Finally😭
Jujur ga nyangka bisa namatin cerita ini, di tengah sibuknya tugas menjadi mahasiswa, tapi sebisa mungkin aku usahain untuk tetap lanjutin cerita ini, soal nya sayang ga di selesaiin. Mana ini cerita impian aku, ya kali gagal di tengah jalan😄
Oleh karena itu, rencana yang sedari awal ingin membuat sequel akan tetap aku realisasikan. Selalu support akun ini ya. Aku emang jarang ngasih info cerita di akun wattpad, karena aku lebih aktif di instagram, jika kalian ingin tahu setiap info cerita boleh mampir ke instagram ku @i_ndahh1207 ya.
Stay tuned untuk kelanjutan cerita Aletta. Di jamin makin seru dan tambah menegangkan. Yang punya konspirasi di pikiran nya boleh banget di tuangkan di kolom komentar ya. Kalian bebas berpendapat, asal tidak menghujat.
Terimakasi untuk support nya selama 4 tahun ini, see you next story🥰
Bye😘
÷÷÷
.
.
.
"Kapan tuhan tak adil pada mu? Jawaban nya sekarang, saat dimana do'a kalah dengan bercanda nya semesta."
.
.
.
South Korea Country.
Tes.
Tes.
Tes.
Suara tetesan air dari dedaun pohon sedikit mengisi kesunyian yang sekarang semakin terasa dingin. Tiupan angin yang tidak terlalu kencang, membuat suara gesekan khas dari tumbuhan sekitar mengisi kesunyian.
Dalam gelap nya malam, ruangan yang di sebut kamar itu sekarang lebih layak di namai penjara. Tak ada cahaya lampu, sunyi tanpa suara, dan hanya cahaya rembulan yang masuk dari sela-sela jendela. Dari luar, kamar itu persis seperti ruangan angker yang tak berpenghuni. Namun siapa sangka, kamar yang terlihat tak berkehidupan itu di tempati oleh seseorang dalam berbulan-bulan.
Tok...tok..tok.
Seseorang berdiri di balik pintu dengan nampan berisikan makanan dan minuman lengkap. Helaan napas lolos saat menyadari di samping pintu terdapat makanan dan minuman yang sama sekali tak tersentuh. Orang itu berjongkok, lalu menggantinya dengan makanan dan minuman yang baru.
Dari dalam kamar, siluet seseorang terpantul dari cermin besar yang kini tengah menoleh kearah sumber suara. Tatapan itu terlihat kosong, kantung mata hitam, wajah kurus, menggambarkan betapa menderita nya orang itu sekarang.
"Makan malam."
Kalimat itu entah di tujukan pada siapa, apakah untuk dirinya yang sekarang tengah menggenggam erat vas bunga hias? Atau pada dirinya yang lebih memalukan dari pada seorang pecundang?.
Mata yang semula menatap kosong kearah pantulan cermin, mendadak berubah menjadi tatapan buas. Tangan yang masi menggenggam erat vas bunga, mulai terangkat.
Prangggg...
Dari dalam ruangan gelap itu, suara pecahan kaca terdengar nyaring membuat langkah yang belum jauh dari sana tiba-tiba saja terhenti.
Tanpa pikir panjang, orang itu berbalik mendobrak pintu yang sudah 2 bulan tidak di buka untuk di buka paksa sekarang. Sudah cukup. Kali ini ia tidak akan bersabar lagi.
Pintu yang tadi nya mengunci kini rusak akibat tendangan brutal nya. Ruangan yang tak di terangi lampu sedikit pun itu terlihat sangat mengerikan. Atmosfer didalam sana terasa dingin dan hampa.
Bermodalkan cahaya dari terangnya rembulan, samar-samar terlihat seseorang berdiri menghadap kearah nya dengan serpihan kaca yang cukup tajam di genggaman tangan kanan tak jauh dari nya.
Tes.
Tes.
Tes.
Kesunyian yang larut dari ruangan itu bahkan membuat suara sekecil apapun dapat di dengar. Dengan wajah pucat dan pandangan kosong, orang itu melepas serpihan kaca yang jika di lihat lebih teliti sudah berlimangan darah.
Tatapan kosong berganti gelap, sebelum akhirnya tubuh kurus itu jatuh menghantam lantai dingin.
Deg.
Keadaan kamar yang persis seperti kapal pecah sudah membuat orang yang berdiri di ambang pintu terpaku tak bergerak. Dan sekarang, pemandangan yang tak pernah ia inginkan tengah berlansung di hadapan nya sekarang. Pergelangan tangan itu hampir putus, cipratan darah mengotori lantai kamar. Kamar yang sudah cukup dingin itu kini lebih sunyi bahkan dari kuburan sekali pun.
Jika boleh jujur, apa yang paling di takuti dalam hidup? Jawaban nya adalah ini, saat mendapati orang yang kita sayangi sekarat tepat di hadapan sendiri.
Malam sunyi itu berakhir tragis untuk kedua kalinya. Suara riuh ambulan mengisi jalanan kosong ibu kota. Tak ada balasan dari panggilan. Tak ada respon gerak dari guncangan. Hanya ada suara dari mesin yang nyaris menampilkan garis lurus.
Kapan tuhan tak adil pada mu? Jawaban nya sekarang, saat dimana do'a kalah dengan bercanda nya semesta.
👊Aletta Story👊
T H E E N D
Up
10-07-2025
!VotMen!
KAMU SEDANG MEMBACA
Aletta Story [END]
Novela JuvenilAletta V, gadis yang menyandang gelar 'Dewi Pencabut Nyawa'. Gelar itu sudah melekat pada diri nya semenjak ia menduduki bangku SMP. Tak seorang pun yang berani mendekat untuk menjadi teman Aletta. Sedangkan gadis pemilik tatapan dingin itu pun, jug...
![Aletta Story [END]](https://img.wattpad.com/cover/257785786-64-k144669.jpg)