Oups ! Cette image n'est pas conforme à nos directives de contenu. Afin de continuer la publication, veuillez la retirer ou mettre en ligne une autre image.
terdengar suara langkah kaki mendekat kearah haruto.
malam itu, setelah sekitar beberapa menit setelah mashi masuk kamar, haruto duduk di teras depan rumah mashi sambil membaca komik di hand phonenya.
ternyata, ditemani di depan teras tidak membuat shy dpt kembali tertidur.
"masuk aja, di depan tv" ajak shy
haru menggeleng "bentar lg pasti ortu lo pulang, jd gue mau siap siap pulang" jawab haru menerima teh yang shy buat
shy akhirnya ikut duduk di sebelah haruto sambil mengetuk ngetuk lantai rumah.
apa mereka, jitama dan jazziel sudah baikan?
"mereka betulan berantem ga sih"
haruto menggeleng "ga tau juga"
sunyi
"tp seinget gue hubungan mereka akhir akhir ini agak ada masalah" ucap haruto menyeruput teh hangat tadi
mashi juga tau kalau itu.
"lo tau masalahnya?" tanya mashi
haruto mengangguk "lo masalahnya"
"hah?'
shy lahgsung mengalihkan pandangan kearah kanan, menatap haruto dengan penuh tanda tanya. kenapa dirinya menjadi masalah?
shy tertawa kecil "haha, apaan"
"serius, gue udh tau dr lama, tapi mending gue diem"
shy masih menatap haruto "jazziel sm jitama tau ga klo lo tau masalah mereka?"
"ga"
"trs, kenapa lo bilang gue masalahnya?"
haruto menaruh cangkir teh, ia mengambil nafas panjang dan menghembuskannya
"otak lo dipake"
haruto kini menatap balik mashi
"they both like you! itu sebapnya masalahnya ada di lo"