Motor Ajil masuk ke pekarangan rumah Lara. Lalu ia memegang kepala Lara agar tidak terkena hujan yang turun dengan kedua tangannya dan berlari masuk ke dalam rumah. Padahal sudah basah Jil.
Ajil memencet bel yang ada didekat pintu rumah Lara, lalu seorang wanita paruh baya yang sepertinya asisten rumah tangga yang bekerja di rumah Lara keluar dan terkejut melihat Lara sudah basah kuyup.
"Lho, Non Lara kok basah gini to?"
"Lara cuma kehujanan Bi" jawab Lara.
Lara dituntun Ajil untuk masuk ke dalam rumah.
"Ayo Non, Bibi anter ke kamar"
"Biar saya aja Bi yang anter, Bibi buatin Lara teh hangat aja" usul Ajil yang disetujui oleh asisten rumah tangga Lara.
Ajil menuntun Lara masuk ke dalam kamar. Lara hanya diam, Ajil mengerti pasti hati Lara sekarang sangat kecewa pada Ryan.
"Nyokap bokap lo nggak ada dirumah Ra? Kok kayaknya sepi bener" celetuk Ajil bertanya dengan niatnya yang hanya ingin mencairkan suasana tapi malah membuat Lara salah faham.
"Kenapa emang? Mau skidipapap gue lo ya?!"
"Astagfirullah Lara, tobat. Pikiran lo jauh bener nyampe situ. Apa lo pengen? Ngaku lo!"
"Dih nggak pake banget skidipapap sama lo, tapi kalo sama Zayn Malik hayu" ujar Lara membuat Ajil memutar bola matanya malas.
"Itu mah Zayn Malik nya yang nggak mau sama lo" ucap Ajil, Lara menjulurkan lidahnya pada Ajil.
"Iri bilang bos"
"Eh tapi serius Ra, orang tua lo emang jarang pulang atau gimana?" Tanya Ajil.
Lara menghembuskan nafasnya, "emang jarang Jil, kalaupun pulang pasti malem pas gue sama Bara udah tidur" jelas Lara.
"Yaudah, mereka gitu kan demi lo sama Bara hidup enak"
Lara mengangguk.
Asisten rumah tangga yang bekerja di rumah Lara, mengetuk pintu lalu masuk membawakan segelas teh hangat dan roti tawar dengan selai coklat untuk Lara.
"Ini Non, buat Non" katanya yang sepertinya bernama Bi Jum.
"Makasih ya Bi, Jil lo mau minum apa biar dibuatin?" Tanya Lara pada Ajil.
"Gausah Ra, gue udah mau pulang kok" jawab Ajil membuat Lara menangguk.
Ajil menoleh kearah Bi Jum, "Bara nggak ada Bi?"
"Bara lagi les matematika Nak Ajil" jawab Bi Jum.
Ajil menganguk lalu kembali menolehkan arah pandangnya pada Lara, "Ra, gue balik ya. Kalo ada apa-apa telfon gue aja. Awas kalo lo galau!"
"Ya masa gue tau kenyataan orang yang gue suka udah punya pacar, nggak galau Jil. Ya galau lah!" Ujar Lara.
"Iya sih, ya tapi jangan over. Kan di film-film banyak tu yang sampe mau bunuh diri"
"Ah lebay lo, paling iya"
"Heh, mulutnya minta dijait"
Lara terkekeh, "yaudah sono lu pulang"
Ajil beranjak, "gue pulang ya. Bye, selamat galau tapi jangan over ya Bu Lara"
Ajil keluar dari kamar Lara. Lara menahan senyumnya, bisa-bisanya dia kenal dengan orang seperti Ajil. Jujur, karena Ajil rasa kecewa pada hati Lara tak terlalu begitu terasa.
·····
"Jil, gimana perkembangan lo sama cewek incaran lo itu? Siapa namanya? Lupa gue" tanya Vano.
KAMU SEDANG MEMBACA
AJILARA (SELESAI)
Fiksi Remaja"Lo ngapain nembak gue?!" "Gak tau" "DASAR ORANG GILA!!" Pernah gak sih ngerasain rasa suka sama seseorang tapi kata hati lo lebih ngedorong lo buat nembak orang yang sama sekali gak pernah lo pikirin buat jadiin dia pacar? Itulah yang dirasakan Aji...
