5

1.5K 229 4
                                        

Seminggu kemudian

Tok tok tok

Seseorang keluar dari kamar dan langsung menuju ke arah pintu depan.

"Yaaa siapa sih yang bertamu pagi-pagi begini" Seulgi menemui seseorang yang sejak tadi mengetuk pintu rumahnya dengan mata yang sedikit tertutup, rambut berantakan dan hanya menggunakan kaos tanpa lengan dan celana pendek.

"Yaa Kang Seulgi. Apakah lo lupa jika lo akan pergi hari ini"

"Ya Wendy, jangan berteriak. Lagian kenapa pagi sekali datang ke rumah gue"

"Perjalanan yang bakal lo tempuh itu jauh bego. Lo cepat mandi dan siapkan barang-barang lo"

"Gue udah siapin semua barang gue. Ya udah lo tunggu disini, gue mandi dulu"

"Jangan lama"

"Irene, lo disini juga?"

"Ya biar sekalian aja gitu berangkatnya"

Seulgi meninggalkan Wendy, Joy dan Irene yang sudah masuk dan duduk manis di ruang tamu sambil menunggu tuan rumahnya selesai mandi.

"Ya rumah ini seperti tidak memiliki kehidupan. Tidak ada foto sama sekali disini" ucap Wendy yang berhasil membuat Irene juga ikut melihat sekeliling rumah Seulgi.

"Apakah dia tinggal sendiri?"

"Iya dia tinggal sendiri semenjak dia memilih lari dari rumah karna tidak mau dijodohkan oleh orang tuanya. Seulgi memang sangat konyol. Dia selalu mengaku kalau dia hanya tamatan SMP. padahal dia itu sudah pernah masuk universitas, ya tapi karna dia memutuskan untuk lari dari rumah. Makanya dia memilih untuk tinggal disini dan tidak pernah kembali lagi ke rumah orang tuanya"

'Jadi dia lari hanya karna tidak mau dijodohkan. Aneh sekali' batin Irene.

"Apa yang kalian bicarakan?" tanya Seulgi yang ternyata sudah siap dengan tas yang dibawanya

"Apa yang kalian bicarakan?" tanya Seulgi yang ternyata sudah siap dengan tas yang dibawanya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Baju lo terlalu cerah hari ini seul"

"Banyak bacot lo wen. Gue cuma punya ini buat dipake. Yang lain belum sempat nyuci"

"Dasar pemalas. Makanya dulu kalau dijodohin tuh mau, jangan main lari aja dari rumah"

"Eh lagian jaman sekarang, gak cocok kali pake dijodohin segala. Apalagi belum sama-sama cinta. Iya kalau misalnya gue bisa pertahankan, kalau dia yang nyerah, ntar gue yang repot. Mending gue cari yang sesuai sama kemauan gue"

"Anda lebih bijak sekarang. Kalau begitu langsung saja kita berangkat. Kereta sebentar lagi berangkat. Untuk aja rumah lo dekat ke stasiun kereta"

"Jadi kita naik kereta nih"

"Bukan kita. Tapi cuma lo sama Irene doang. Gue mah gak ikut" ucap Joy

"Ya gak seru. Ntar disana kalau gue kesepian gimana?"

"Lagian lo mau kalau gue ganggu kencan lo sama Irene" bisik Wendy yang membuat Seulgi langsung mengerti.

"Apa sih bisik-bisik?" tanya Joy yang membuatnya penasaran.

"Kamu mau denger sayang. Ntar aku kasih tau"

"Yaa jangan lah wen. Ini kan rahasia kita berdua. Gimana sih lo"

"Iya gak bakal gue kasih tau. Kalau gue kecoplosan nanti, gue minta maaf"

Seulgi langsung meninggalkan mereka bertiga yang masih di dalam. Sedangkan Seulgi sudah masuk ke dalam mobil dan tidak lupa memasang earphone ke telinganya.

"Sensitif sekali sih"

"Seulgi lagi dapet kali, makanya kayak gitu"

"Kalau Seulgi lagi dapet, berarti lo juga bakal kayak gitu Wen" ucap Irene mengejek Wendy.

"Jangan deh amit-amit banget gue kalau sampai kayak gitu"

Mereka akhirnya memutuskan untuk menyusul Seulgi yang sudah di dalam mobil. Wendy dan Joy berada di bangku depan, sedangkan Irene duduk samping Seulgi di bangku penumpang.

TBC

Fake Boyfriend ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang