7

1.4K 241 10
                                        

"Gi, bangun, kita udah sampai nih?" Irene sejak tadi sibuk membangunkan Seulgi yang ternyata susah dibangunin.

Irene sudah kehabisan cara dan akhirnya terpaksa dia mengapit hidung Seulgi dengan kedua jarinya dan membuat Seulgi sulit untuk bernafas.

Seulgi akhirnya terbangun dari tidurnya dan langsung melihat ke arah Irene yang saat ini tengah menatapnya.

"Udah puas tidurnya. Sekarang kita turun. Kuta udah sampai" Irene langsung berdiri dari duduk nya dan meninggalkan Seulgi yang masih bengong melihat kepergian Irene.

Irene yang sadar jika Seulgi tidak mengikutinya, langsung berbalik lagi dan menarik tangan Seulgi mengajak ya keluar dari kereta.

Setelah mereka berdua di luar. Ternyata sejak tadi Irene sibuk melihat ponselnya. Sepertinya dia menunggu seseorang, itulah yang dipikirkan Seulgi sejak tadi.

"Maaf ya lama nunggu" ucwp seorang laki-laki yang baru saja dagang menghampiri mereka berdua.

"Tumben lama banget?" tanya Irene.

"Tadi macet soalnya" jawab lai-laki tersebut dan dia baru sadar jika Irene teman masa kecilnya ini bersama orang lain.

"Kenalin namanya Seulgi. Seulgi, ini namanya Suho"

Seulgi dan Suho saling berjabat tangan dan kemudian langsung diam setelah mereka berkenalan.

"Aku gak tau kalau kamu bakal bawa temen. Soalnya aku cuma bawa mobil buat dua orang"

'Ini orang gak niat banget sih jemputnya' batin Seulgi yang sedang ngomel.

"Seulgi sama kamu aja. Nanti aku naik taksi" ucap Irene.

"Gak. Lo aja sama Suho. Biar gue yang naik taksi" ucap Seulgi yang menolak keras Irene untuk naik taksi.

"Ya udah kalau gitu kita naik taksi berdua. Nanti biar barang-barang Suho yang bawa" ucap Irene yang sudah memberikan kopernya kepada Suho.

'Kenapa sih harus ikut juga sama Irene' batin Suho.

Irene langsung menarik tangan Seulgi menuju tempat untuk menunggu taksi dan meninggalkan Suho yang sedang menatap mereka berdua dengan tatapan tidak suka.

Sedangkan Seulgi hanya bisa memperhatikan sosok wanita yang sejak tadi selalu menarik tangannya. Seulgi juga memperhatikan tangannya yang digenggam oleh Irene dan itu berhasil membuat Seulgi tersenyum.

Setelah mereka menemukan taksi. Irene dan Seulgi hanya diam saja di dalam taksi dan tidak ada salah satu dari mereka ingin memulai pembicaraan.

***

Irene turun dari taksi dengan berlari kecil menuju rumah yang sudah lama tidak dia kunjungi. Di depan rumahnya sudah ada orang tua yang menunggu kedatangan anak bungsu nya.

"Papa Mama" ucap Irene yang berakhir di pelukan kedua orang tuanya. Sedangkan Seulgi yang melihat momen itu hanya bisa tersenyum. Dia tiba-tiba rindu dengan suasana rumah. Sudah lama dia meninggalkan rumah karna satu hal yang dia tidak setujui.

TBC

Fake Boyfriend ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang