23 Desember 2012

34 4 0
                                        

Rasa senang di hatiku sedang meluap-luap, untuk kedua kalinya aku menapakkan kaki di JFK Airport, New York. Tante Alice yang hampir dua jam menunggu kami disini akhirnya menghampiri kami di gerbang arrivals. Tapi beliau tidak sendirian,

"Hey, Ramona!" sapa suara yang sudah tidak asing lagi.

"Grady!!!" aku langsung berlari kearahnya dan memeluknya dengan erat.

"Wah ada yang melepas rindu nih" ujar ayahku menggoda.

"Udah lah Yah, biarin aja" Mbak Nila menimpali.

"Aaaahh I've really missed you" katanya dengan suara khasnya.

"I miss you too Grady!"

Setelah semuanya melepas rindu, kami diantar Tante Alice ke hotel dimana kami akan menginap sampai seminggu kedepan. Yap! Kami akan merayakan tahun baru di New York City, dan setelah itu baru kami akan menginap di Madison selama seminngu lagi.

Hotel itu terletak di sebuah kawasan yang tidak begitu mewah, tapi juga tidak terlalu biasa. Dilihat dari depan, hotel mungil ini terlihat sangat nyaman, dan terlihat seperti apartemen biasa. Saat aku masuk kedalam untuk pertama kalinya, aku sangat menyukai desain interiornya! Mungkin hotel ini di desain sebagai mana rupa agar menyerupai rumah-rumah biasa, bisa menjadi jalan keluar bagi orang-orang yang sering merasa homesick.

Seminggu telah berlalu, kami menghabiskan kebanyakan waktu di dalam hotel, ya memang kami di sini hanya ingin merayakan tahun baru di Central Park yang terkenal sangat heboh itu. Sekarang kami sedang bersiap untuk ikut menghitung mundur pergantian tahun. Aku memakai kaos lengan panjang dengan motif bergaris dengan bawahannya celana jeans, tak ketiggalan sepatu boots, sarung tangan, dan juga jas musim dingin untuk menahan hawa dingin musim salju. Aku juga membawa kamera Polaroid dengan isi penuh untuk mengabadikan momen yang langka ini, tahun baru di Central Park.

"Semuanya udah siap ya, kita keluar sekarang jadi bisa jalan-jalan muter-muter dulu sepuasnya beli atribut tahun baru" ujar ayahku sambil mengunci pintu suite hotel kami.

"Biasanya mulai penuh jam berapa sih Yah?" tanya Mas Ezar.

"Lah jangan tanya ayah, tanya Tante Alice dong, kan yang tinggal di sini bukan ayah" canda ayaku.

"Ha! Iya Yah lucu banget" lalu Mas Ezar beralih bertanya ke Tante Alice.

"Ya mungkin dari jam 9.30 udah mulai rame kali ya.. Tante kurang tau Zar, tapi biasanya sih jam segitu udah mulai penuh Central Park-nya"

"Belanjanya Cuma sejam dong?" kali ini yang bernata Mbak Nila, ya memang beliau senang sekali berbelanja.

"Cukuplah Nil kalo Cuma beli atributnya" jawab Ibuku.

Kami berjalan menuju Central Park karena jarak dari hotel kami tidak terlalu jauh, dan untuk Mbak Nila, bisa sekalian window-show. Menyelam sambil minum air. Selama perjalanan, aku selalu berjalan di samping Grady. Tangannya menggenggam tanganku, menghantarkan panas tubuhnya ke tubuhku yang tidak terbiasa dengan suhu dingin ini.

"Are you okay?" tanyanya.

"Yep! 100% fine" jawabku.

Kami tiba di Central Park ketika jam sudah menunjukan pukul 9.15, karena sudah merasa cukup membeli atribut, kamipun hanya menikmati suasana yang sangat ramai ini. Orang-orang berkumpul dari segala usia, segala kalangan dengan bersenda gurau bersama kelompok-kelompok kecil mereka.

"Hey can I ask you something?" kata Grady tiba-tiba.

"Sure, why?"

"Hmm.... I kinda like you.." katanya dengan malu-malu. Kalimat yang membuatku teringat pada Adrian.

PolaroidCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang