Jauh kaki berjalan
Menyusuri tiap gores luka menuju pengasingan
Menapaki asa yang tak berupa
Menanya pada semesta hakikat cinta
Dalam sunyi dan kekosongan
Naluri beradu dengan nalar berperang akan angan dan harapan
Tentang rasa yang masih saja sama
Namun daya tak lagi berada
Akan jiwa yang tak kian beranjak
Nampaknya semesta tak lagi sekata
Luruh hilang bentuk
Rasa masih saja sama namun daya tak berada
Dimanakah rumah
Dengan atap yang meneduhkan
Dengan asa yang menyejukkan
Dengan mimpi yang menyatukan
Dengan rindu yang menyudutkan
Terus kaki berjalan menyusuri lorong-lorong
Apakah ini kenangan, mimpi, atau sekadar ilusi
Bahkan matahari samar mengguratkan sinarnya
Kemana lagi ku melangkah
Bahwasanya topeng menghiasi rupa
Ingin kiranya berkata pada waktu
Sejenak berbalik menatap lalu
Kekerasan hati dan membawanya
Menjauh
Ada kalanya lelah berjalan
Tak mau mengerti kini
Dimanakah rumah
Aku rindu jalan pulang
-ratnadyah-
KAMU SEDANG MEMBACA
SUDUT INGATAN
Poesíakumpulan puisi tentang kenangan, mimpi, dan ilusi Mencoba menghargai setiap proses dalam hidup Pada akhirnya menjadikan luka tak hanya duka, melainkan karya
