Tak perlu ku katakan padamu wahai angin
Lewat lah, teruslah berhembus, ku pilih arahku sendiri
Tak perlu ku tunjukkan padamu wahai langit
Diamlah biarkan tetap pada jalanku
Tak perlu ulurkan akarmu wahai pohon
Ku tak kan bergantung padamu
Usah kau ajari ku memberi dan menerima
Karna sejatinya keluarga adalah demikian
Usah kau ceramahi ku cinta, belajar saja dulu tentang pengakuan
Usah kau tunjukkan ku tanggung jawab, pahami saja dulu jujur pada diri
Pabila berpijak pada hidup adalah masa depan
Maka kau adalah masa lalu yang jauh tertinggal
Pabila berkata tentang cinta adalah rasa kasih
Maka kau adalah bongkahan es tertua dari kutub bumi
Seperti siang dan malam yang selalu berkebalikan
Maka itulah sekarang
Usah bermimpi tuk bersama karna memang berbeda
Kau berdiri pada apa yang disebut impian maka ku berdiri sebaliknya pada kenyataannya
-ratnadyah-
KAMU SEDANG MEMBACA
SUDUT INGATAN
Poesiekumpulan puisi tentang kenangan, mimpi, dan ilusi Mencoba menghargai setiap proses dalam hidup Pada akhirnya menjadikan luka tak hanya duka, melainkan karya
