Aku bersyukur karena Tuhan memberiku hanya dua kaki, kiri dan kanan
Saling bersinergi menciptakan langkah panjang tanpa berebut ataupun mendahului satu sama lain
Dan jika lelah, maka akan bergantian menopang tubuh atau bahkan berhenti bersama untuk istirahat sejenak
Bayangkan jika Tuhan memberiku tiga kaki
Pasti lebih sulit menyelaraskannya
Atau bahkan empat kaki,
Ku kan sulit menegakkan kepalaku
Terkadang kita abai meminta lebih dari yang dibutuhkan
Lupa bahwa air mata tak lebih sering dari senyum dan tawa
Bahwa yang hilang tak lebih banyak dari yang didapat
Dan yang mengecewakan nyaris tak sebanding dengan apa yang seharusnya disyukuri
Tuhan telah menuliskan suratan cinta maha indah dalam takdirnya
Tak kurang dan tak lebih
Pas sesuai apa yang dibutuhkan, bukan dinginkan
Meskipun seringkali salah tafsir dalam ketidak fahaman
Seperti jawab atas "Kenapa?"
-ratnadyah-
KAMU SEDANG MEMBACA
SUDUT INGATAN
Puisikumpulan puisi tentang kenangan, mimpi, dan ilusi Mencoba menghargai setiap proses dalam hidup Pada akhirnya menjadikan luka tak hanya duka, melainkan karya
