4. Deawa Dhanurendra

4.3K 1K 53
                                        

Saraswati bisa dibaca di KBM APP ATAU KARYAKARSA Aqiladyna.

Saraswati bisa dibaca di KBM APP ATAU KARYAKARSA Aqiladyna

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Happy Reading 6 April 2021

Dia kembali sejak pertemuan pertama Saraswati menginjakkan kaki di rumah besar. Lelaki yang teramat dingin perangainya tidak menyukai keberadaan Saraswati di sini. Juragan Deawa Dhanurendra yang baru keluar dari dalam mobil saat abdi dalem membukakan pintunya. Saraswati yang baru memasuki gerbang menenteng bakul belanjaan tercekat menghentikan langkah saat tatapan Juragan Deawa mengarah padanya. Saraswati tertunduk berharap Juragan Deawa segera masuk, namun langkah beliau ternyata mendekati Saraswati membuat jantungnya terasa berhenti.

"Betah kamu disini Saraswati?" tanya Beliau yang di balas anggukan Saraswati.

"Aku butuh jawabanmu, kamu ini ndhak bisu kan."

Duh Gusti mulut Juragan Deawa sangatlah pedas, apakah lelaki ini tipe pemarah dan berhati bengis memperlakukan para abdi pelayan.

"Tatap aku Saraswati, ini titah."

Bola mata Saraswati bergerak tepat terhenti di manik mata coklat Juragan Deawa, kening lebat beliau nampak mengerut dalam memperhatikan bakul anyaman di tenteng Saraswati.

"Dari mana saja?"

"Dari pasar Juragan." Saraswati kembali tertunduk, terdengar tawa samar dari Juragan Deawa.

"Masuklah dan masak yang enak."

"Inggih Juragan, saya permisi."

Kaki Saraswati segera bergerak melewati sungkan pada Juragan Deawa. Berjalan menaiki teras tanpa menyadari tatapan Juragan Deawa mengarah pada benda berkilau keemasan yang melingkar di pergelangan kaki Saraswati.

"Gelang kaki." gumam Juragan Deawa menyipitkan matanya.

Saraswati bernafas lega saat memasuki bilik dapur. Bakul belanjaan di letakan di atas meja. Menarik kursi Saraswati duduk termenung.

Apakah keberadaannya masih tidak di senangi Juragan Deawa hingga beliau selalu berkata kasar, tidak pernah lelah Saraswati selalu berdoa agar hati Ndoro Ratih dan Juragan Deawa melunak dan bisa menerimanya tanpa kebencian, namun sampai detik ini sikap dingin masih Saraswati dapatkan.

"Mbakyu sudah pulang toh." tepukan di pundak menyentakan Saraswati yang menoleh pada Kinasih yang tersenyum memperlihatkan gigi gingsulnya.

"Kamu mengagetkan saja."

"Loh memang Mbakyu tadi melamun. Mikirkan siapa hayo."

"Ndak ada. Jangan mengada-ada."

"Iss.. Kinasih kan tanya bukan menuduh."

Pikirannya mulai kacau. Saraswati tidak menyahut, mengeluarkan bahan sembako yang barusan di belinya di pasar.

"Gimana Mbakyu saat ke pasar pertama kali, apa mereka mengganggu Mbakyu?"

SaraswatiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang