7. Penyusup

2.5K 793 33
                                        

Saraswati pernah tamat di watty.

Baca secara lengkap Saraswati di Kbm app atau Karyakarsa Aqiladyna.

28 April 2021

Happy reading

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Happy reading.

Sudah sepekan berlalu kejadian menyakitkan itu di mana Saraswati di tampar dan di caci maki Ndoro Ratih. Semampunya Saraswati selalu menjaga jarak dengan beliau. Tugas menyiram tanamanpun telah di alihkan ke Kinasih.

Saraswati tak pernah salah dalam merawat tanaman, ia pun tidak tahu semua tanaman tiba-tiba layu yang mengudang kemurkaan Ndoro Ratih. Meski ia telah minta maaf, namun Ndoro Ratih tak memberikannya malah semakin memojokannya.

Saraswati sadar diri keberadaannya memang tak pernah di inginkan di sini, hanya seorang abdi pelayan yang di hadiahkan pada Juragan Devan, di mata mereka---- Saraswati kasta paling rendah tidak lebih dari budak.

Dari jendela kayu kamarnya yang terbuka Saraswati memandangi mobil yang di tumpangi Ndoro Ratih dan Juragan Deawa melaju keluar dari perkarangan rumah. Kalau tidak salah dari Mbok Romlah yang memberitahukan padanya bahwa Ndoro Ratih dan Juragan Deawa akan pergi ke pulau sebrang untuk menghadiri acara besar di selenggarakan kepala pejabat di sana. Hanya Juragan Devan yang tidak bisa hadir karena beliau harus mengurus bisnis perkebunan yang tak bisa di tinggalkan.

"Mbakyu." suara Kinasih terdengar dari balik tirai pintu kamarnya. Saraswati memutar badan melangkah menyibak tirainya hingga bersitatap pada Kinasih yang mengulum senyum.

"Ada apa toh Kinasih. Senyam senyum?"

"Coba Mbakyu tebak."

Kening Saraswati terangkat. Memang apa gerangan membuat Kinasih nampak berbahagia. Keberangkatan Ndoro Ratih dan Juragan Deawakah ke pulau sebrang setidaknya membuat Kinasih dan para abdi lain bisa bernafas lega, atau sesuatu hal lain membuat hati Kinasih berbunga-bunga.

"Aku ndhak bisa nebak."

"Mbakyu ini. Nebak saja ndhak bisa." Kinasih memayunkan bibirnya.

"Tinggal bilang apa susahnya."

"Inggih Kinasih akan bilang. Mbakyu di panggil Juragan Devan ke bilik kerjanya."

Saraswati terdiam jadi hanya Juragan Devan memanggil dirinya membuat Kinasih bahagia. Sungguh Saraswati bingung.

"Ayo Mbakyu ke sana."

Saraswati menghela nafasnya, melangkah melewati Kinasih yang memberi tatapan mengoda. Dasar Kinasih sangat suka sekali menjodohkan dirinya dengan Juragan Devan. Saraswati tahu apa yang di lakukan Kinasih hanya sebatas candaan. Tidak pernah Saraswati mengharapkan lebih dari hubungannya bersama Juragan Devan. Tinggal di sini mendapatkan perlakuan yang baik dari Juragan Devan padanya sudah sangat bersyukur.

Saraswati telah berdiri di depan tirai bilik kerja Juragan Devan, belum sempat Saraswati memberi salam suara Juragan Devan dari dalam bilik memintanya untuk masuk. Perlahan Saraswati menyibak tirai menatap Juragan Devan yang duduk di kursi menghadap meja kerja yang keseluruhanya terbuat dari kayu jati. Saraswati berdiri di tengah, kepalanya tertunduk menunggu titah dari sang Juragan yang nampak sibuk mengoreskan tinta di kertas.

SaraswatiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang