10. Retak

2.1K 779 56
                                        

·Follow ig saya Aqiladyna.
·Ikuti cerita saya di kbm app. Saraswati sudah ada di sana.
·bisa di baca di karyakarsa aqiladyna
·Sebagian cerita saya sudah tamat bisa di beli berbentuk ebook di playstore buku ketik Aqiladyna. Atau berbentuk pdf original bisa membelinya di wa 089526004971

17 mei 2021 part ke 10.

Malam semakin larut seharusnya Saraswati beristirahat di bilik kamarnya karena pekerjaannya telah selesai. Namun dirinya harus menghadap Ndoro Ratih yang meminta bertemu di bilik kamar beliau. Saraswati bersimpuh di lantai di tengah ruangan, tertunduk segan untuk menatap Ndoro Ratih yang duduk di kursi kayu. Beliau tidaklah sendiri, Juragan Deawa juga berada di sana berdiri di sudut ruangan menatap tajam ke arahnya.

Pasti di panggilnya Saraswati berkaitan dengan insiden tadi malam penyerangan pada Juragan Devan. Beberapa pertanyakan akan di ajukan pada Saraswati.

"Bagaimana kejadiannya, saat kamu menyelamatkan putraku?" tanya Ndoro Ratih menatap angkuh pada Saraswati.

"Ngaputen Ndoro, kejadiannya terlalu cepat, saat saya berada di bilik kamar sedang beristirahat saya mendengar derap langkah dan saya memeriksanya lalu menemukan seseorang itu ingin mencelakai Juragan Devan."

"Lalu kamu menghentikannya hingga terluka?"

"Inggih Ndoro."

Ndoro Ratih berdecih, berdiri dengan bersedekap. "Dengan kejadian kemarin aku rasa kamu ndhak perlu besar kepala karena menyelamatkan putraku. Aku ndhak ingin Devan merasa berhutang budi padamu. Paham toh."

Saraswati semakin tertunduk, sama sekali ia tidak merasa besar kepala atau mengharapkan imbalan. Saraswati tulus melindungi Juragan Devan.

"Inggih Ndoro."

Langkah Juragan Deawa mendekati Saraswati berhenti menjulang di depannya. Namun Saraswati sedikitpun enggan berani menatap pada beliau.

"Aku semakin mencurigaimu. Jangan-jangan kamu berkomplot dengan mereka, mencelakai Kangmasku. "

Respon Saraswati mendongak, menatap tak percaya pada tuduhan di layangkan pada dirinya. Apa maksud Juragan Deawa mencurigainya sedemikian keji. Saraswati bukanlah orang jahat, tak sedikitpun niat busuknya melukai sang majikan.

"Ngapunten Juragan. Tarik tuduhan Juragan pada saya. Sungguh Gusti Pangeran pun tahu saya ndhak ada niat jahat sedikitpun di keluarga ini."

"Benarkah. Hanya saja sejak kehadiranmu di rumah ini semakin ndhak aman." Juragan Deawa mendekat meraih dagu Saraswati kasar hingga mereka saling beradu tatapan. "Sampai semua terbukti--- dengar Saraswati, kamu ndhak akan ku ampuni."

Tirai pintu kamar tersibak melepaskan tangan Juragan Deawa dari Saraswati saat pandangannya tertuju pada Juragan Devan yang memasuki bilik kamar. Kening Juragan Devan mengerut memperhatikan Saraswati yang bersimpuh di lantai di hadapan Biyung dan sepupunya.

"Ada apa ini?" tanya Juragan Devan melangkah membimbing Saraswati berdiri. Sikap berlebihan demikian membuat Ndoro Ratih dan Juragan Deawa terperangah tidak percaya.

"Saras kembalilah ke kamarmu." bisik Juragan Devan di turuti Saraswati yang merunduk undur diri keluar dari kamar Ndoro Ratih.

"Apakah ndhak berlebihan." Juragan Deawa buka suara menatap lekat Juragan Devan.

"Dia terluka karena menyelematkanku. Ndhak seharusnya dia di introgasi toh, Saras bukan penjahat."

"Devan, Biyung hanya bertanya padanya atas kejadian menimpamu. Ndhak kah kamu berpikir sejak dia di rumah ini jadi ndhak aman."

"Biyung berhentilah, kasihan Saraswati."

Ndoro Ratih menghela nafasnya atas perlindungan putranya pada abdi dalem rendahan itu. Inilah Ndoro Ratih takutkan putranya akan menaruh simpatik dan empatik pada babu itu.

SaraswatiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang