2

18 2 1
                                        

Komen jika Ada yang typo

----

Di koridor sekolah, Renata, Agatha Dan Stevani berjalan sambil bercerita, sedangkan di berlawanan arah, 3 sejoli si idola sekolah bercanda gurau tanpa melihat ke jalan hingga Renata dan pria itu bertabrakan.

"Ihh apasih" ucap Renata.

"Ngvans lo?" Tanya pria itu.

"Jangan ngehalu lo" jawab Renata dan hendak berjalan kekiri pria itupun kekiri dan saat berjalan kekanan pria itupun kekanan sehingga membuat Renata kesal.

"Iiiiss najiss" geram  Renata dan mendorong kuat pria itu  sampai menumbur dinding.

"Hahahaha" tawa teman teman pria itu pecah saat si idola sekolah di perlakukan seperti itu.

"Apaan sih ayo cabut" ucap pria itu dan bergegas berjalan kekelas mereka.

Bell istirahat pun berbunyi

Renata dkk pergi bergegas ke kantin, kini kantin pun sudah ramai oleh orang orang yang sedang kepalaran.

"Btw kita mau pesan apa?" Tanya Stevani.

"Bakso aja sama es jeruknya" ucap Renata.

"Gua samain aja lah" ucap Agatha.

Stevani pun memesan makanan mereka sedangkan Renata dan Agatha sibuk dengan ponsel nya masing masing.

"Pesanan datang"

Renata dan Agatha pun mengalihkan pandangan mereka ke Stevani dan memasukan ponsel ke saku rok mereka.
Merekapun asik makan dan sesekali tertawa karena mendengar lawakan Agatha.

Kini Renata, Stevani dan Agatha pun sudah kembali kekelas masing masing. pelajaran pun kembali berlangsung.

"Oke baiklah anak anak, pelajaran ibu akan ibu akhir sampai bertemu di minggu depan dan jangan lupa tugas kalian" ucap ibu guru dan langsung pergi.

"Oke bu" ucap serempak anak anak di kelas dan mereka berhamburan untuk pulang kerumah masing masing.

"Lo pulang bareng siapa?"

"Palingan gua naik angkutan umum" jawab Renata.

"Yaudah gua deluan ya, soal nya gua mau nemenin mama gua belanja" pamit Stevani dan berjalan pergi ke parkiran.

Renata pun membalas dengan anggukan kepala dan segera berjalan juga ke depan gerbang.

Sudah 30 menit menunggu, ntah kenapa angkutan umum gak Ada satupun lewat disini. Tepat di depan Renata, motor sport berhenti dan dapat Renata lihat yang mengendarai motor itu adalah siswa satu sekolah dengannya.

"Lo nungguin apa?" Ucap orang itu sambil membuka hlem nya, ternyata orang yang tadi pagi membuat Renata kesal.

"Angkutan umum" jawab Renata cuek sambil melihat kekiri dan kekanan.

"Mending balik bareng gua"

"Males"

"Gak ada angkutan umum yang lewat, mereka pada demo. Lo gaktau?"

"Hah masa?"

"Gakpercaya udah, lo mau nunggu sampe besok gak bakal ada yang dateng, percaya sama gua, yaudah kalo lo gak mau gua deluan"

"Eh bentar, yaudah gua sama lo"

Renata pun berjalan dan bergegas naik ke motor sport itu dengan hati hati, dia takut terjatuh nantinya.

"Pegangan, gua gak mau lo jatuh soal nya gua yang ribet nanti" ucap orang itu.

"Bawel lo"

Orang itu sengaja menanjap gas dengan terkejut hingga membuat Renata hampir terpelanting ke belakang untung Renata cepat memeluk laki laki itu.

"GILAK LO YA, LO MAU BUNUH GUA" teriak Renata kesal.

"LO MENDING TURUNIN GUA AJA DEH, JANTUNGAN GUA NAIK MOTOR BARENG LO" teriak Renata lagi.

Laki laki itu hanya diam dan sembari tersenyum gemes dengan tingkah Renata.

Sesampainya dirumah Renata, Renata pun turun dan bergegas masuk kedalam rumah nya.

"MAKASIH" teriak laki laki itu dan membuat Renata menoleh dengan wajah kesal nya.

"Wlekkkk" ucap Renata sambil menjulurkan lidah nya bermaksud mengejek laki laki itu.

Laki laki itu hanya terkekeh geli melihat tingkah laku Renata, dan bergegas pergi dari rumah Renata.

Renata merebahkan dirinya di kasur bigsize nya sambil memejamkan matanya hingga tanpa sadar ngantuk pun menyerang.

Sekitar pukul 17.00 WIB Renata terbangun dan segera ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

"Sayang sudah bangun belum" ucap Bunda sambil berjalan masuk kedalam kamar Renata.

"Sudah Bund, Rere sudah mandi juga"

"Tadi pulang sama siapa sayang?"

"Ada Bund teman satu sekolah" jawab Renata, teman? Sepertinya tidak, bagai mana bisa Berteman tanpa tau nama.

"Yaudah bantuin Bunda masak aja yuk"

Renata pun langsung tersenyum dan mengangguk setuju, Renata sangat suka membantu Bunda nya memasak.

Malam pun tiba, saat nya makan malam papah Renata pun sudah pulang dari kantor nya.

"Gimana sekolah kamu Re?" Tanya papah.

"Hm sejauh ini baik pah"

"Bagus, tingkatkan nilai kamu ya, nanti papah kasih hadiah" ucap papah Renata sambil tersenyum.

Renatapun ikut tersenyum sambil mengganggukan kepala, keluarga itu pun segera memakan makanan mereka dengan lahap.

Renata pun sekarang bergulat dengan tugas tugas nya, Renata harus bisa menjadi juara di kelasnya agar bisa meminta hadiah ke papah nya.

Sebenarnya kalau Renata ingin hadiah, dia tinggal minta kapan saja dia Mau, tapi Renata bukan seperti itu orang nya, dari kecil sampai sekarang Renata meminta kado yang dia sangat impikan hanya saat dia menjadi juara di sekolah ataupun menjadi juara olimpiade.

----

Gimana part ini?

Folow istagram @lupanama24

RUANG KITA [On Going]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang