1.3

750 159 135
                                        

Di dalam bis mini tersebut, Soobin, Beomgyu, Huening Kai diselimuti kepanikan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Di dalam bis mini tersebut, Soobin, Beomgyu, Huening Kai diselimuti kepanikan. Sibuk dalam pikirannya masing-masing.

Beomgyu menggendong tas yang berisi anak panah dan meraih busur panahnya. Hal itu menyita perhatian Si sulung Park.

"Apa yang kau lakukan?"

Menoleh, mendapatkan wajah datar seorang Park Soobin. "Tentu saja turun dari sini. Apa lagi?" Serius Beomgyu. Sorot matanya seperti sudah lelah dengan perdebatan.

 Sorot matanya seperti sudah lelah dengan perdebatan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

RAGHRRRR!

"Astaga, mereka banyak sekali!" Keluh Soobin sembari menambah kecepatan pada lariannya. Berteriak pada orang yang berlari di depannya, Kang Beomgyu.

Beomgyu tak mengindahkan, dia terus berlari dengan pandangan tertuju ke helikopter di atas sana. Bergerak gusar mencari jalan yang bisa dilalui, matanya menelisik sekitar bergantian sesekali ke helikopter.

"Soobin Hyung! Huening Kai! Ikut aku!" Serunya menambah kecepatan pada kaki dan berbelok ke jalan kecil di antara dua gedung. Diikuti oleh kedua orang yang namanya ia panggil.

Para zombie yang melihat, terus mengejar. Ikut masuk ke dalam jalan sempit yang hanya bisa dilalui satu orang. Makhluk itu terjepit karena tak ada yang ingin mengalah. Huening Kai menoleh ke belakang dan melihatnya langsung.

RAGHRR!

Bruk!

Beomgyu menghempaskan satu zombie yang muncul, kemudian melanjutkan berlari.

Sial, jalannya buntu! Sedangkan para zombie itu kian bertambah mendekat mereka.

Melihat ada tangga besi yang bertengger di sisi dinding, "semuanya, tetap ikuti aku!" Kakinya mulai berpijak pada anak tangga. Berlari menaiki tangga.

Huening Kai yang berada di bagian belakang memukul zombie-zombie yang mendekat. Tangannya gemetar. Sungguh, ini pertama kalinya dia dihadapkan hal-hal yang jauh dari bayangannya.

Don't Lose Me || TXTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang