Ada satu masa
Yg dikala waktu itu engkau berharap
Dengan sungguh-sungguh
Dengan nada memelas agar segera terjawab
Titik-titik simpul cara mempermudah hidup
Lalu
Pada masa lainnya pun tiba
Yg kemudian engkau mulai terikat
Berteriak garang seolah ini adalah cobaan dari 'Sang Kuasa'
Tiada peduli angin lalu
Serpihan-serpihan kecil tentang harapan
Namun tahukah engkau?
Mengeluh setelah melenguh adalah tindakan tercela
Sekian saja
KAMU SEDANG MEMBACA
Sebuah Nama
PoetryMari bercerita... Tak sedikit diluar sana yg ingin meluapkan emosi (kegalauan) nya dalam satu goresan tinta diatas kertas ataupun ketikan ibu jari dilayar smart phone. Namun kebanyakan dari mereka terhambat oleh satu faktor untuk tetap mengabaikannya
