Jangan lupa vote & koment
.
.
.
Happy reading
.
.
.
“Assalamu'alaikum”
“Wa'alaikum salam” jawab seseorang dari dalam rumah.
Alisha membuka pintu rumahnya, ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Gadis itu mematung melihat siapa yang ada di ruang tamu saat ini. Orang itu menatapnya.
“Bang Dhirgham” lirihnya. Jangan sampai Dhirgham tau bahwa keningnya lebam karena benturan yang diberikan Aliandra tadi.
“Udah pulang sha? Gimana latihannya? Lancar?” Dhirgham berdiri dari duduknya kemudian menghampiri Alisha. Alisha langsung menyalami kakaknya, sudah menjadi kebiasaan dari kecil.
“A-em iya. Lancar dong pastinya” ucap Alisha tergagap. Ia takut jika sang kakak melihat lebam di keningnya, ia tak mau membuat kakaknya khawatir.
Ia mencoba menutupinya dengan berpura pura menggaruk keningnya pelan. Semoga saja Dhirgham tak melihatnya.
“Yaudah aku ke kamar dulu” pamit Alisha yang dibalas anggukan oleh Dhirgham.
Setelah memasuki kamarnya yang ada di lantai dua, ia meletakkan skateboard yang sedari tadi dibawanya di pojok kamar. Diumur yang masih belia, ia sudah mahir bermain skateboard. Ia juga diminta oleh tetangganya untuk membantu mengajari anak didik tetangganya itu. Bang Tino. Masih inget kan?
Setelah meletakkan papan skateboard pada tempatnya, gadis itu bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Dia tidak seperti gadis lain yang kadang mandi hingga berjam jam, gadis itu hanya perlu waktu 10 menit untuk menyelesaikan ritual mandinya.
Selesai memakai pakaian santainya, dia segera mengambil novel dari rak yang memang dikhususkan untuk menyimpan novel. Kemudian mendudukkan diri di ayunan yang ada di balkon kamar yang langsung berhadapan dengan halaman belakang rumahnya.
Pikirannya berkelana mengingat kejadian beberapa jam yang lalu saat dirinya diganggu Aliandra.
“Cowo tadi siapa ya? Kok mukanya pake ditutupin segala. Kenapa dia nolongin gue” disaat Alisha tengah bermonolog, ada seseorang yang diam diam tersenyum penuh arti. Ia tahu siapa pemuda tadi, karena ia yang mengirim orang itu untuk menyusul Alisha.
“Dek” panggil Dhirgham.
“Eh bang” Alisha reflek menoleh karena mendengar suara Dhirgham yang memanggilnya.
“Ngapain?” Dhirgham ikut mendudukkan diri di samping Alisha. Ayunan yang terbuat dari kayu itu cukup untuk dua orang dewasa dan mungkin satu anak kecil.
“Biasa lagi baca novel aja” jawab Alisha seadanya.
Dhirgham mengangguk paham.
“Bukannya pesantren abang udah masuk ya. Kok abang pulang lagi? Kan baru kemaren abang berangkat” tanya Alisha.
“Iya. Ada sesuatu yang harus abang kerjain di rumah. Jadi ya ijin buat pulang lagi. Untung diijinin sama pak Kyai” ucap Dhirgham.
“Pantesan. Aku kira ada apa”
Dhirgham hanya bergumam.
Alisha masih tak sadar jika dia tak memakai hijab, jadi lebam yang ada di keningnya terlihat. Dan ia belum mengobatinya.
“Sha. Dahi kamu kenapa lebam gitu?” tanya Dhirgham khawatir.
Alisha bingung harus menjawab apa. Saat ia masih diam, ia tak sadar bahwa Dhirgham sudah beranjak dari duduknya hendak mengambil kotak p3k yang ada di kamarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kata Takdir [On Going]
FantasíaMURNI KARYA SENDIRI!!! _______________________ Gosah ketawa, namanya juga baru! Jangan jadi sider ya, kita juga perlu dihargai sebagai penulis. Jangan diplagiat juga, kita perlu waktu buat mikir. Susah juga, jadi jangan sampe ada yang kepikiran b...
![Kata Takdir [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/266654692-64-k808334.jpg)