| YOU'RE MONSTER |

1.4K 129 49
                                        

Taehyung terbangun dini hari. Kepalanya terasa sedikit sakit. Pun begitu dengan pergelangan tangan. Ia sedikit meringis kala mendudukan diri. Tentu ia lelah harus berbaring sehari penuh.

Manik elangnya mengedarkan pandang pada sekeliling. Para sahabat sedang tertidur di atas sofa bed dalam kamarnya. Raut wajah yang lelah begitu kentara dari masing masing mereka.

Sendirinya mulai menyadari, jika apa yang telah ia perbuat selama ini telah merugikan banyak orang. Merepotkan banyak orang.

Taehyung merasa malu. Di usianya yang sekarang, seharusnya ia mampu bersikap dewasa. Setidaknya, bertanggung jawab untuk diri sendiri paling tidak. Nyatanya, justru sebalinya.

Buliran bening membasah pipi.

Ntahlah, seperti tak pernah lelah untuo menangis. Meskipun bola mata itu terasa perih, jika boleh mengeluh.

Jemari lentiknya meraih ponsel di atas nakas. Mencoba membuka sosial media sang kekasih. Barang kali, akan ada secercah petunjuk.

Sayang, tak ada postingan lain selain potret dirinya. Itupun sudah berminggu minggu lalu.

Hatinya semakin teriris.

Sesuatu yang ia takutkan, akhirnya terjadi.

"Jin-aah, kau dimana? Maafkan aku." gumamnya dengan bibir yang bergetar.

Pria cantik itu terus memandangi sebuah potret bersama yang menjadi latar layar ponsel.

Ia rindu. Pun banyak perihal yang mesti di luruskan.

Segala pemikiran buruk berkecamuk dalam kepala. Hingga muncullah sebuah ide.

Taehyung melepas ventilator pada lubang hidung. Begitupun dengan infus yang ia cabut begitu saja.

Perih.

Sakit.

Namun tak sebanding dengan rasa sakit dalam hatinya saat ini. 

Ia megambil langkah mengendap menuju kamar mandi. Mengarahkan pergelangan bekas infus untuk ia aliri dengan air dingin. Berharap cairan merah pekat itu segera berhenti.

"Sssh!"

Pria cantik meringis sembari menyaksikan rupa diri pada pantulan cermin.

Wajah yang pucat dengan raut carut marut. Menampakkan seberapa besar dampak kepergiaan sang kekasih.

Kantung mata yang menghitam dengan bola mata sayu. Bibir tipis semanis madu itu pun kini mengering. Seakan kehilangan sarinya.

Taehyung benar benar kacau.

Ia memutar keran dan mengaliri telapak tangan untuk membasuh wajah. Sekedar memberi rasa segar, sekaligus energi baru.

"Who can stop me, huh?"

Beberapa detik kemudian, ia keluar daemri kamar mandi. Mengambil coat bewarna coklat keemasan yang di tata di atas meja secara perlahan.

Mengganti pakaian biru khas seorang pasien dengan miliknya sendiri. Mengenakannya dengan rapi. Pun tak lupa dengan pemerah bibir.

Tentu ia tak ingin mengejutkan sesiapapun yang memandangnya. Ia tak menampik jika sendirinya terlihat seperti mayat hidup. 

Terakhir, Taehyung memasang masker dan siap melancarkan aksinya pada dini hari.

Kim muda meninggalkan ruang rawat inap, tanpa seorang pun yang mengetahui.

"Berjalan seperti biasa saja. Jangan membuat orang curiga, Taehyung." cicitnya pada dirinya sendiri.

| B A B Y B O S S | JINVCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang