Pernahkah kalian bingung bagaimana dalam beberapa waktu, Jaehyun berada di ruang musik lebih dahulu daripada Doyoung?
Ya, setiap selasa kelas Jaehyun mendapatkan jatah pelajaran Kesenian dan kebetulan sekali, diantara berbagai seni lainnya seperti seni tari, seni lukis, dan seni kerajinan tangan, Jung Jaehyun tetap memilih seni musik.
Jadi, ia selalu berdalih kepada Pak Yesung, kalau ia sudah janjian dengan Kim Doyoung.
Begitulah caranya.
Saat ini, Jaehyun sedang menunggu Doyoung. Berbaring di atas karpet tebal.
"Doyoung tidak akan semakin menjauh kan?"
Ia langsung duduk ketika mendengar pintu ruang musik terbuka.
"Hai,"
Senyuman di wajah Jaehyun langsung merekah ketika melihat Doyoung.
Biasanya, Doyoung akan langsung duduk ke kursi piano—singgasananya. Tapi hari ini berbeda, ia justru duduk bersila tepat di hadapan Jaehyun.
"Jaehyun," lanjutnya, "Terima kasih ya."
"Dan maaf..."
Jaehyun membiarkan Doyoung menjelaskan dirinya.
"I never trust such a thing called love. For me, who come from a broken home, love is just bullshit. And my only love is for piano."
"Jadi, saat kamu, seorang Jung Jaehyun, berbicara mengenai hal seperti itu kepadaku... Rasanya seperti dipermainkan. Aku yakin, tidak mungkin kan kamu serius?"
"Lalu, diam-diam aku memperhatikan kalau kamu masih sering ke ruang musik. Bahkan setelah aku menghilang, terlihat sedikit kesepian? Asumsiku jadi sedikit goyah."
"And thank you for making it clear from your post it. It is clearly not your fault. It was mine. I was the one who made all the assumptions."
"Jadi, maaf..."
Dengan senyum yang sangat tulus, Jaehyun mengusak lembut rambut Doyoung, "Told ya, assumption is more toxic than cyanide, right?"
Doyoung mengangguk, menyetujui perkataan Jaehyun. Ia malu, menutupi mukanya.
"Tapi when I said that what if I fell for you, I think it's really true,"
"No Jaehyun. I don't deserve you,"
"Who are you to judge?"
"Please..."
Jaehyun tertawa renyah, ia meletakkan kepalanya pada paha Doyoung.
"Aku serius, Kim Doyoung. Dan aku tidak mengerti kenapa kamu bahkan tidak mempercayaiku sampai sekarang. Awalnya, kupikir merupakan hal yang baik jika kamu tidak ada di ruang musik. Meski aku sedikit merasa bersalah karena merebut your private spot. Sepertinya aku akan baik-baik saja? Niat awalku berada disini juga untuk bersembunyi dari manusia-manusia laknat itu, kan?"
"Tapi ternyata, hari-hari itu hampa. Tenang, tetapi tidak tentram seperti biasanya,"
"Saat itu aku yakin, kalau aku, mulai melibatkan perasaan pada rutinitas kita pada istirahat kedua,"
Jaehyun menatap Doyoung, "I fell for you, Kim Doyoung. I really do,"
"Then convince me. Make me trust you, trust love,"
---
DAN TAMAAATT
maaf ges digantungin lama HEHEHEH
hope you like it

KAMU SEDANG MEMBACA
Second School Break
FanfictionSebagai pianis papan atas, pintu ruang musik sekolah di Doyoung selalu terbuka untuknya Setiap hari, alunan musik indah selalu terdengar melalui tuts piano yang ditekannya Ia selalu konsisten dan fokus dalam berlatih piano yang sejak kecil dikenalny...