quattro

432 75 6
                                    

"Namamu siapa?"

"Doyoung."

"Doyoung? Doyoung Jung?"

"Kim Doyoung!"

---

Semenjak hari itu, Jaehyun selalu berada di ruang musik pada jam istirahat kedua, memperhatikan dan mendengarkan Doyoung memainkan piano.

"Sejak kapan kamu mulai main piano?" tanya Jaehyun, duduk di dekat jendela, spot favoritenya di ruang musik.

"Kapan ya?" Jari-jari Doyoung masih sibuk menekan tuts piano, "Aku lupa. Tapi sepertinya bahkan sejak aku belum bisa baca tulis."

Jaehyun tertawa meledek, "Bagaimana bisa seseorang yang belum bisa baca tulis bermain piano? Bahkan, mana mungkin kamu bisa baca chord piano."

"Hey! Kamu kan nanya-nya sejak kapan aku bermain piano. Nah, dari kecil aku sudah bisa menekan asal-asalan tau!" Doyoung tidak terima.

Lagi-lagi Jaehyun tertawa melihat emosi Doyoung tersulut.

"Kamu setiap istirahat kedua selalu bermain piano sendirian di ruang musik... Lalu istirahat pertama juga tak pernah terlihat di kantin..."

Doyoung hanya menatap Jaehyun heran.

"Kamu tidak punya teman ya?"

Spontan Doyoung langsung terbatuk.

"Kan, beneran? Kamu mau aku carikan dan kenalkan teman? Aku kenal beberapa yang baik lah sepertinya dari kelasmu," todong Jaehyun.

"Aku punya teman tau!" bela Doyoung.

"Lalu, kenapa kamu gak tak pernah terlihat dimana-mana? Kenapa kamu sekarang sendirian?" tanya Jaehyun penasaran.

"Satu-satu, bisa?" tanya Doyoung sebelum menarik napasnya,

Jaehyun menopang kepalanya dengan tangan, menyender ke jendela, siap mendengarkan penjelasan Doyoung sebagaimana ia terbiasa mendengarkan permainan pianonya.

"Pertama, saat istirahat pertama aku dan temanku lebih suka makan dipojok kantin karena dekat pintu. Jadi kami bisa balik ke kelas menggunakan elevator tanpa berebutan. Mengerti?"

"Hm, masuk akal. Diterima," kata Jaehyun lagi, "Lalu mengapa kalian tidak menjadikan ruang musik ini sebagai markas eksklusif?"

"Teman-temanku tidak bisa berhenti makan."

Kali ini alis Jaehyun tertaut, bingung.

Melihat hal itu, Doyoung kembali berkata, "Awal-awal, kami rutin berbincang disini. Sampai suatu ketika, minuman susu bersoda milik salah satu temanku tumpah dan hampir mengenai kabel bass yang sedang tercolok. Aku rasa kamu akan dapat menyimpulkan intinya jika mengingat kapasitas otakmu sebagai juara satu sekolah."

"Jadi, menurut kamu aku pintar?" Jaehyun tersenyum miring.

"Bukannya itu menurut semua orang?"

"Betul juga."

"Dan lagi," sambung Doyoung sebelum menatap Jaehyun datar, "Sekarang kan aku tidak sendirian. Ada manusia yang mengganggu,"

Jaehyun terkekeh, "Tapi kamu pasti akan merindukanku jika aku berhenti mengganggumu setiap istirahat kedua."

---

YIHII HALLO SEMUA<3

Terima kasih karena udah mau baca apalagi vote dan comment:") 

Segala kritik dan saran diterima!

Selamat berbuka puasa!!

Second School BreakTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang