tredici

326 55 0
                                    

Sejak hari itu, Doyoung tidak dapat ditemui di ruang musik saat jam istirahat kedua.


Jaehyun sampai menghitung hari, bahkan menunggu sabtu dan minggu yang memotong hari sekolah mereka. 

Namun hari senin itu jua, Doyoung tak kunjung menunjukkan batang hidungnya.

Sungguh, ia tak mengerti apa yang telah ia perbuat salah.

Selasanya, dengan tekad yang kuat dan persiapan yang matang, Jaehyun dengan terburu-buru meninggalkan kelasnya setelah bel istirahat pertama berbunyi, menuju ke lorong IPS, jurusan Doyoung.

Ia mengejar pria yang lahir di awal bulan februari itu sebelum meninggalkan kelasnya.

Tentu saja, siswa-siswi IPS yang menjadi saksi Jaehyun berada di lorong IPS bersorak kegirangan. Pemandangan langkah yang tak terjadi setiap hari, bahkan sebulan sekali.

"Jung Jaehyun? Untuk apa ia kesini?

"Apa? Jung Jaehyun ke lorong IPS? Sendirian?"

"Diamlah, setidaknya kita bisa melihat Jaehyun secara HD,"

"Iya, nikmati sajalah,"

XII-IPS-1

Jaehyun menatap plang nama kelas yang dihadapannya. Dengan segera, ia masuk ke kelas tersebut.

Tentu saja Doyoung panik saat melihat Jaehyun berada di kelasnya. 

Saat itu, lebih dari separuh siswa kelasnya sudah berhamburan keluar ruangan.

Tidak hanya Doyoung, ketiga temannya pun kaget.

Apalagi tatapan Jung Jaehyun sempat mengarah padanya dan siswa itu mendekati mejanya.

Doyoung menundukkan kepalanya. Jangan sampai orang-orang mulai me-notice keberadaaannya.

Ia tidak berani melihat situasi lagi.

Langkah sepatu Jaehyun berhenti.


"Rowoon, aku boleh pinjam buku kesenian, tidak?"


Dan Doyoung bernapas lega.


"Tumben, kamu lupa bawa?"

"Iya,"

"Tapi ngapain kamu sampai pinjam jauh-jauh ke IPS?"

Jaehyun terkekeh, memeriksa keadaan kelas tersebut, "Hanya ingin saja,"

"Terima kasih! Aku kembalikan nanti!" kata Jaehyun sebelum meninggalkan kelas itu.


Efeknya, Kim Doyoung tersenyum sendiri seperti orang gila.

Bagaimana tidak? 

Jung Jaehyun baru saja menyelipkan pepero ke buku musiknya lengkap dengan sebuah post it berwarna kuning.

Second School BreakTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang