08. New Beginnings and Ends

15 9 2
                                        

2014

Ini tahun baru musim dingin, salju pertama turun seharusnya memberikan kesan kebahagiaan. Tapi tidak dengan kami bertiga, kami tidak senang karena kami tidak dapat bertemu.

Aku berlari sekuat tenaga menuju kelas, walaupun angin dingin menerpa wajah pucat ku, aku tetap melangkah cepat. 

 "Seul Ji!", Teriakku saat masuk ke kelas.

Semua orang kaget melihatku yang baru masuk langsung memanggil Seul Ji. Nafasku masih tersengal-sengal dan mataku masih mencari sok-sok orang yang ingin aku temui.

 "Seul Ji belum datang", Kata ketua kelas yang duduk dibarisan depan.

Aku akhirnya diam malu, dan kemudian menghampiri tempat dudukku.

 "Kenapa? Apa terjadi sesuatu?", Tanya ketua kelas menoleh kearahku yang ingin duduk dibelakang nya.

 "Tidak", jawabku singkat dan duduk.

Keningku masih berkerut, nafasku masih berat dan rasa penasaran ku masih bersarang. 

Bahkan satu bulan ini aku belum bisa bertemu dengannya. Dan aku cuma bisa berbicara lewat pesan dengan Jong In.

Aku masih gelisah, mereka belum juga datang. Tidak seperti biasanya, Seul Ji biasanya adalah anak yang tidak pernah terlambat untuk datang ke sekolah.

Srett

Aku menoleh kebelakang setelah mendengar bunyi pintu dibuka.

Jong In. 

Itu Jong In yang datang. Aku langsung menghampirinya dengan wajah datar. Jong In kaget saat aku memegang tangannya dan membawanya keluar dari kelas.

 "Mi Rae ada apa?", Tanyanya tampak ketakutan.

 "Kamu, apa kamu masih berhubungan dengan Seul Ji?", Tanyaku.

Dia terdiam dan menggelengkan kepala.

 "Dia nggak datang, dari tadi aku menunggunya", kataku.

Jong In cuma menggelengkan kepalanya, aku berteriak frustasi dan mengacak-acak rambutku.

Tiba-tiba Jong In dengan refleks mengelus rambutku dan merapikannya kembali. Aku terdiam menatapnya yang mengelus rambutku dengan lembut.

 "Jangan lakukan ini, aku sudah bilang. Jangan marah lagi"

Merapikan rambut ku dengan lembut tanpa menatap mataku.

Aku terdiam bingung menatapnya.

 "Aku takut jika kamu marah seperti ini"
Katanya yang kemudian menatap mataku.

Aku tetap kokoh menatapnya yang mulai tampak serius didepanku. Dia seperti khawatir kepadaku sehingga dia memperlihatkan rasa perhatian nya.

Tapi aneh juga, dia tidak seperti dirinya yang sebelumnya.

 "Aku merindukanmu", katanya dan tersenyum tipis kepadaku.

Aku melotot dan mengangkat alisku sembari tak percaya mendengar katanya itu.

 "Aku sangat merindukanmu", katanya dan menjatuhkan tangannya tepat di pundak ku.

Aku tetap menatapnya bingung dan benar-benar terkejut. Serius, dia tidak seperti biasanya.

 "Jong In__", kataku terputus ketika...

 "Mi Rae!",

Perkataan ku terhenti, kami langsung menoleh kearah yang memanggilku. Aku langsung tersenyum senang, ternyata orang yang memanggilku adalah Seul Ji. Dia tampak baik-baik saja sambil tersenyum bahagia menatapku.

Always EndsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang