07. Trouble Again

18 9 1
                                        

* * *

Malam itu benar-benar hancur, aku yang seharusnya duduk bersama kedua sahabatku malah duduk bersama dengan orang yang aku benci. Aku bagaikan seorang yang ingin lari dari kenyataan. Aku ingin sekali bebas dari kehidupan yang mengerikan ini. 

Disejajarkan meja mewah dan makanan mewah diatasnya. Aku duduk di antara orang konglomerat yang tak tau diri itu. Didepanku duduk seorang teman laknatku yang menatapku sambil tersenyum senang.

 "Ya!, Ajak aku pergi dari sini", kataku berbisik padanya.

Semua keluarga nya dan keluarga ku mengobrol panjang lebar, entah apa yang mereka bicarakan. Aku sama sekali tidak paham dengan semua yang mereka bahas.

 "Kenapa?", Tanya Chanyeol bingung.

 "Pinjam hp mu", kataku.

 "Tunggu dulu, lebih baik kita keluar dulu", katanya dengan suara pelan.

Aku dan Chanyeol memutuskan untuk pergi dari suasana neraka yang membahas harta itu.

Saat diluar.

 "Kenapa?"

 "Pinjam hp Lo"

 "Ya?, kenapa?"

 "Pakai nanya lagi, nelpon temen gw la!"

 "Minjam doang malah ngegas", katanya sambil mengeluarkan hpnya dibalik jasnya.

Saat aku menelpon Seul Ji, teleponnya tidak diangkat. Saat aku menelpon Jong In, teleponnya mati. 

Rasa khawatir ku benar-benar meronta-ronta, aku ingin sekali lari dari tempat ini dan menghampiri mereka. Apa yang mereka lakukan? Apakah mereka marah padaku?. 

Jam juga menunjukkan pukul 21.34 malam. Sedangkan ayah menyita hp ku jam 13.12 Siang tadi.

Aku merasa hancur, entah apa yang akan aku lakukan. Kedua sahabatku tidak bisa dihubungi bahkan tidak bisa ditemui. 

Aku khawatir dan pengen gila rasanya, bagaimana tidak. Kami berencana merayakan tahun baru bersama tapi aku malah pergi bersamaan keluargaku. Apa mereka sengaja tidak menghiraukan teleponku? Atau mereka marah padaku.

Pertanyaan itu kembali terngiang-ngiang di kepalaku. Aku terduduk di kursi dan menunduk. Entah kenapa air mataku jatuh, hatiku sakit menerima semua ini. Aku merasa bersalah kepada mereka, aku yang dengan mudah membatalkan pertemuan yang mereka inginkan sudah sejak lama.

Aku terjatuh dalam tangisanku. Chanyeol kaget melihatku yang ternyata bisa menangis. Dia mendekati ku dan duduk disebelah ku.

 "Kamu tak apa-apa?", Tanyanya sambil mengelus punggungku.

Aku menghapus air mataku dan mengangkat kepalaku. Chanyeol tampak kaget melihat ku bergerak begitu cepat. Aku menatapnya yang sedang melotot kaget kepadaku.

 "Siapa namanya?", Tanyaku.

 "Siapa?", Katanya kaget dan bingung.

 "Penindas itu",

Berpikir sebentar "aaa dia" berhenti sejenak dan mendekatkan tatapannya "Kwon Ki Tae", Katanya mengangkat alis.

Aku terkejut mengangkat alisku dan kemudian mengerutkan keningku sampai kedua alisku bersatu.

 "Apa? Kwon Ki Tae?", Tanyaku tak percaya.

Chanyeol mengangguk meyakinkan.

Aku terdiam tak percaya, ternyata orang yang memanggilku di kantin waktu itu adalah orang yang pernah membuat Lim Min Jon dari anak jenius itu mati bunuh diri.

Always EndsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang