06. Who Are you 2

21 10 4
                                        

"Siapa?", Tanyaku.

 "Aku"

Dia langsung masuk dan aku benar-benar kesal dengan kehadirannya. Siapa lagi, dia Chanyeol.

 "Aish" menghembus nafas kesal "Lo ngapain sih?", Tanyaku kesal.

 "Ya!, Lo berkelahi lagi", katanya dengan cepat menghampiri ku dengan langkahnya yang panjang.

 "Apaan sih?", 

 "Ya! Kang Mi Rae. Jawab pertanyaan ku dengan benar", katanya berdiri di samping tempat tidurku.

 "Iya", jawabku singkat.

Chanyeol menghembuskan nafas pasrah dan sedikit kesal dengan sikapku yang akhir-akhir ini benar-benar berubah.

 "Entah bagaimana caraku untuk memberitahu mu, kamu keras kepala", katanya yang masih berdiri.

Aku memutar bola mataku karena begitu malas berurusan dengannya.

 "Kalau Lo nggak ada urusan disini, pergi aja sana", kataku.

 "Dih ngusir. Gw nggak akan kesini kalau nggak ada urusan sama Lo", katanya kemudian duduk disebelah ku sambil membuka sebuah laptop. Aku melihat gerak-gerik nya yang tampak ingin memberi tahu sesuatu yang menarik.

 "Ada apa"

 "Aku menemukan nama orang yang melakukan pembunuhan atas nama Lim Min Jon itu", katanya menatapku.

Aku tersenyum senang "benarkah", kataku.

Dia mengangguk dan kemudian membuka laptopnya, tapi pas dihidupkan. Laptop nya malah eror. Aku kesal menatap sebuah harapan yang gagal.

 "Ya! Lo memamerkan laptop rusak sama gw!", Kataku kesal.

 "Maaf, tadi jatuh ditangga", jawabnya dengan rasa bersalah.

Aku mengalihkan pandanganku ke jendela.

 "Maaf ya, besok akan aku perbaiki dan akan aku tunjukkan", katanya yang kemudian kembali menutup laptopnya.

 "Oo baiklah", jawabku.

Walaupun aku merasa sedikit kesal, tapi tidak apa lah. Mungkin emang tidak bisa untuk lihat sekarang. Aku akan melihatnya besok.

***

Hari Minggu 2013 Desember 18.

Di rooftop gedung apartemen Seul Ji.

 "Satu dua tiga!"

 "Selamat ulang tahun~~ selamat ulang tahun~~ aku mencintaimu Han Seul Ji~~ selamat ulang tahun", suara nyanyian aku dan Jong In membuat Seul Ji tersenyum malu-malu.

 "Kalian ini, apa-apa sih, malu…", katanya sambil tersenyum malu menutup wajahnya.

 "Ya, tiup lilinnya", kataku memberikan kue.

Fiuuuh

Lilin mati, aku dan Jong In bertepuk tangan sambil tersenyum bahagia.

 "Selamat Seul Ji", kata Jong In langsung memberikan sebuah hadiah.

Seul Ji melotot kaget melihat hadiah itu yang ada didepannya, aku juga langsung memberikan sebuah kotak kado kepadanya.

 "Selamat Seul Ji", ucapku.

Seul Ji tampak terdiam kaku melihat dua hadiah yang kami berikan kepadanya. Aku dan Jong In bingung menatap Seul Ji terdiam kaku.

Seul Ji kenapa? Apa yang dia pikirkan? Apakah dia tidak suka dengan hadiah yang kami berikan?. Tapi sudahlah, mungkin dia terdiam karena bingung mau buka yang mana. Pikirkan hal yang positif saja.

Always EndsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang