09. Why Should Happen

20 9 21
                                        

.
.
.
.

"Kenapa?"

Chanyeol menyuruh Shi jin memberikan hpnya dan tertulis insiden sekolah. Aku kaget setelah melihat ada insiden yang mengejutkan terkait pelecehan. Dua orang siswa melakukan hubungan seksual. Sehingga siswi dikatakan hamil diluar nikah.

Dan nyatanya aku terkejut dua kali lipat setelah melihat nama orang yang terlibat. Yaitu Kim Jong In dan Han Seul Ji.

"Apa?. Ini apa!!", Kataku berteriak tak percaya.

"Tenangkan dirimu", kata Chanyeol.

"Tenang?. Aku nggak bisa tenang. Mereka pasti dijebak. Tidak mungkin mereka melakukan ini", kataku dan kemudian melangkah ingin pergi dari ruangan ini.

Aku yakin mereka pasti dijebak, tidak mungkin kedua sahabatku melakukan kejahatan ini. Mereka adalah anak yang baik, tentu saja hal ini akan menjadi hal yang mustahil bagi mereka.

Saat ingin membuka pintu, Chanyeol memegang tanganku. Aku terhenti dari langkahku dan menatapnya dengan tajam.

Chanyeol menggeleng pasrah "Tidak, Tidak ada gunanya mencari mereka", kata Chanyeol meyakinkan ku.

"Tidak" aku menggeleng "aku akan menemui Kwon Ki Tae", kataku dengan nafas panas.

"Kwon Ki Tae tidak ada hubungannya dengan ini", kata Chanyeol dengan tenang.

Mendengar kata itu aku semakin kesal.

Aku melotot "Kwon Ki Tae pasti menjebak mereka!!", Teriakku kesal.

"Mereka yang mengatakannya sendiri!!", Teriak Chanyeol menghentikan semuanya.

Aku kaget sekaligus lemas mendengar perkataan Chanyeol. Aku benar-benar tidak percaya mendengar itu. Mataku mulai berkaca-kaca, dan akhirnya jatuh membasahi pipiku. Aku terduduk lesu, Chanyeol menahan ku dan menyuruhku duduk di kursi nya.

"Eonni..", kata Lee Shi jin khawatir.

Aku terdiam tak percaya.

* * *

Dirumah, aku bahkan tetap terdiam dan tidak melakukan apapun. Chanyeol merasa khawatir dan bahkan menemaniku dikamar, saat aku diam duduk didekat jendela kamarku.

Menatap kosong keluar jendela. Chanyeol merasa khawatir karena aku terlihat sangat kacau.

Setelah semuanya tenang, aku masih terdiam tak percaya mengingat masalah kedua sahabatku.

Chanyeol menatap wajahku yang melamun kaku, menatap jendela dengan pandangan kosong.

"Kamu baik-baik saja", tanyanya sambil memegang pundak ku.

Aku menggeleng dan entah kenapa air mataku kembali berkumpul. Aku menunduk dan menahan rasa sakit hati.

"Tidak apa-apa, semuanya pasti akan berakhir", kata Chanyeol yang kemudian memelukku sambil berdiri.

Entah kenapa mendengar kata itu, tangisnya langsung pecah dan isakku benar-benar membuat hatiku luka dan sakit. Tangis ini bukan tangis kesedihan tapi tangis ini adalah tangis kekecewaan.

Setelah lama menangis dipelukan Chanyeol, aku memegang lengannya dan menatapnya yang jauh tinggi dariku.

"Yeol, katakan cerita ini dengan benar kepadaku"

Chanyeol kaget dan menatap ku dengan tak percaya

"Apa kamu akan kuat mendengar semuanya?"

Aku mengangguk meyakinkan diriku dan dia.

Always EndsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang