7. Tak Terduga

148 17 2
                                    

Sebuah mobil Lamborghini bewarna biru, terparkir rapih di depan rumah milik keluarga gadis bermata coklat. Vion keluar dari mobilny dan berjalan kearah pintu utama rumah tersebut.

Vion, menekan tombol yang ada di dinding pintu. Selang beberapa menit pintu terbuka dan memperlihatkan seoran pria paru baya yang masih terlihat sangan tampan dan gagah, Vion menyalami pria tersebut dan memper kenalkan dirinya.

"Selamat pagi om" sapa Vion

"Slamat pagi. Kamu siapa? apa kamu temannya Chika?" balas Gracio

"Iya om, saya teman putri om" Vion tersenyum menjawab pertannyaan ayah Chika

"Mau jemput Chika? ayo masuk dulu" Gracio mempersilahkan Vion untuk masuk kedalam rumahnya

"Nama kamu siapa nak?" lanjutnya sambil duduk di ruang tamu

"Maaf om sebelumnya, perkenalkan nama saya Vion" Vion menyebut namanya

Gracio tersenyum melihat Vion, ia menatap Vian dengan hangat, "Sudah ada janji ya sama Chika? sampai dijemput segala"

"oh, nggak kok om. kebetulan saya lewat daerah sini, lalu saya ingat Chika, jadinya saya mampir sekalian tawarin dia untuk berangkat bareng" Ujar Vion sangat sopan

"Eh ada tamu toh pi" seorang wanita menghampiri dua laki laki yang sedang berbicara

"Iya mi. Ini temannya kakak, katanya mau ngajak berangkat bareng Chika" Gracio meminta istrinya untuk bergabung bersama

"Pagi tante, saya Vion temannya Chika" Vion mencium punggung tangan Shani

"Pagi nak Vion, saya Shani dan ini Gracio papinya Chika" Shani tersenyum melihat Vion yang begitu sangat sopan

"Mami kira tidak akan ada yang berani datang kerumah pi" Shani berkata sambil melihat suaminya

"Iya mi, papi kira tadi juga gitu. anak kita itu jarang banget bawa anak cowok main kerumah"

"Kamu panggil gih Chika, udah siang juga takutnya nantik macet dijalan" Pinta Gracio yang mendapat anggukan dari Shani

"Tunggu sebentar ya nak Vion, tante pangilkan Chikanya dulu" Shani beranjak meninggalkan dua orang tersebut dan berjalan menaiki tangga rumahnya.

****

Pintu kamar Chika diketuk beberapa kali, membuat sang puan bingung siapa yang mengetuk pintu padahal ini masih pagi menurutnya. Chika membuka pintu dan melihat sang mami di hadapannya.

"Eh mami, kirain siapa. biasanya juga langsung masuk"

"Ada yang datang itu"

"Siapa mi? ini masih pagi loh, kok ada yang bertamu" Chika mengerutkan keningnya

"Udah cepat turun, kasihan dia nunggu kamu dari tadi"

"Iya mi, sebentar Chika ambil tas dulu" Chika masuk kembali kedalam kamar untuk mengambil tas miliknya. "Siapa sih, kesini pagi pagi" ucapnya pelan sambil berlalu keluar dari dalam kamar

Ketika ia sudah berada di lantai bawah, Chika melihat Vion duduk diruang tamunya. Dan lebih mengejutkan, Ia sedang berbicara dengan ayahnya. Chika meneui Maminya yang berada di dapur

"Mami, kenapa dia ada disini? dan kenapa dibiarin masuk?"

"Sayang, kamu ini gimana sih. Dia kan tamu masak nggak dikasih masuk sih. Lagian dia datang dengan cara baik baik" Shani menatap putrinya yang hannya tersenyum

"Udah sana temui dia" lanjutnya

Chika tersenyum dan mengangguk karna tidak ingin berdebat, "oke mami, kalau gitu Chika kesana dulu ya. Chika pamit kerja ya mi"

Nice To Meet YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang