5. Yessica Tamara

125 10 0
                                    

Yessica Tamara Gracio, kalian bisa pangil aku Chika

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Yessica Tamara Gracio, kalian bisa pangil aku Chika. Aku adalah anak pertama dari pasangan suami istri, Gracio Harlan dan Shani Indira Natio. Papi adalah seorang pengusaha di bidang properti, papi bukan lah orang yang gila akan pekerjaan, jadi bisa dipastikan kalau papi selalu ada waktu untuk keluarganya. Sedangkan Mami juga seorang pengusaha tapi dibidang kuliner. Meskipun mami memiliki usaha, mami tetap menomor satukan keluarga terutama anak-anaknya, mami lebih mempercayakan bisnisnya kepada orang kepercayaannya dan dia lebih banyak menghabiskan waktu dirumah sebagai ibu rumah tangga.

Sekarang umurku 23 tahun, dan aku bekerja sebai dokter disalah satu rumah sakit yng da dikota ini. Bukan bukan, aku bukan dokter spesialis, aku bahkan belum tau kapan akan melanjutkan study kedokteran ku ke tahap itu. Ya untuk saat ini aku baru memegang gelar sebagai dokter umum di rumahsakit tempatku bekerja. oh ya, selain aku, papi mami juga memiliki dua anak laki laki  dan satu anak perempuan. Ehem,, aku memiliki tiga adik kandung, akan aku perkenalkan siapa adik adik ku itu.

Christiyan Alvito Gracio. Anak ke-dua papi dan mami, umurnya 19 tahun dan dia baru memasuki bangku kuliah. Dia yang selalu menemani aku kemana pun, bahkan kuliah aja dia ambil jurusan yang sama denganku Fakultas Kedokteran. Dia juga yang selalu antar jemput kalau aku kerja atau pas aku keluar tidak membawa kendaraan, dia orangnya yang selalu siap 24 jam kecuali kalok dia pas ada kelas.

Aldo Elino Gracio. Putra ke-tiga setelah aku dan Christiyan, anak kelas 11 SMA yang selalu nurut papi dan mami. Aldo anak yang paling jail di keluarga ini, dia yang selalu ganggu si bungsu di keluarga ini. Aldo engak akan berhenti ganggu kalau yang diganggu belum sampai nangis. kadang papi mami juga bingung gimana cara nasehatin dia supaya berhenti menganggu adik kecil di keluarga ini.

Yori Kalista Gracio. Ini dia, si bungsu yang selalu mengundang gemas dikeluarga ku, dia baru saja masuk SMP. Bungsu anak yang sedikit pendiam, tapi sayang dia selalu menjadi tarjet bahan bulian kakaknya Aldo. Yori selalu minta tindur dengan ku kalau aku pulang kerumah tidak terlalu malam, bahkan kadang dia juga nunggu aku pulang larut malam hanya ingin tidur bersamaku. Papi dan mami selalu nasehatin Yori untuk terbiasa tindur sendiri, padahal aku sih enggak masalah kalau Yori ingin tidur dengan ku, tapi kata papi "Yori, harus terbiasa tidur sendiri, masak iya nantik kalau kak Chika sudah punya suami Yori mau ikut tidur bareng sama ka Chika tidur ber tiga gitu" ya gitu lah kata papi.

Perihal asmara aku belum tau, ya karna aku sendiri terlalu gila dengan kedokteranku jadi aku belum memiliki teman hati sampai detik ini. Kalau ditanya apa enggak ada yang nyangkut di hati aku? entah lah aku juga bingung, padahal panyak diluaran sana yang dengan gamblang mengajak aku untuk menjalin hubungan tapi tidak ada satupun yang membuat aku berfikir untuk mengucap kata 'Ya'

Banyak yang bilang kalau aku cocok dengan dokter Aran atau Zahran Khayla Gallagher, tapi entah berapa kali pun aku jalan dengannya aku tidak pernah merasakan apapun. Lagi pula Aran adalah temanku, bahkan aku sudah menganggapnya seperti kakak ku sendiri.

Aran memang pria baik. Dia selalu ada disaat seperti apapun. Dia orang pertama yang selalu menenangkan aku jika terjadi sesuatu dengan ku. Tapi etah apa yang terjadi aku tidak pernah merasakan apapun ketika dengan dia, getarannya berbeda ketika aku bertemu dengan pria yang baru saja aku kenal pada malam itu.

Tunggu, dia? Apa yang terjadi dengan ku, kenapa aku tiba tiba ingat laki laki itu, apa yang sudah dia lakukan kepadaku sampai sampai aku teringat dengan dia, dan getaran itu, Apa arti dari getaran itu. Aku bahkan baru saja bertemu dan mengenal dia, tapi kenapa setiap aku ada bersama dia, aku merasakan hal yang aneh mengalir deras dialiran darahku. Bahkan jantungku berdetak tidak karungan ketika aku memandak wajah pria itu.

Vion Fadrin Putra Chaesara, ada apa dengan adik dokter Mira itu. Kenapa aku merasakan ada yang aneh ketika aku dengan dia. Apa ini yang namanya suka? apa ini yang nama cinta? dan apa ini yang namanya nyaman? entah aku benar benar tidak tau, karna ini adalah pertama kalinya  aku alami. 'apa iya aku suka dengan adik dokter mira'

"Dokter Chika, apa aku boleh masuk?" Aku menatap ke sumber suara siapa itu

"Ya masuk aja dok, aku sudah tidak ada pasien kok"

"Sepertinya ada yang sedang difikirkan ini dokter Chika"

"Tidak kok" ucapku sambil tersenyum pada gadis dihadapanku "ada apa Ce Fio? kok tiba tiba kesini?" lanjutku menanyakan kenapa dokter ini datang ke ruanganku

"Aku bosan diruangan sendiri" aku hanya bisa menganggukkan kepala kecil

"Apa dokter Chika masih ada pasien?"

"Tidak, aku udah selesai kok" ucapku sambil melihat jam tangan yang ku kenakan "Mau makan siang bareng?" Ajak ku yang mendapat anggukan kepala dari dokter fiony

Aku dan Fiony berjalan beririnyan menyusuri koridor rumah sakit untuk pergi menuju Cafe yang berada di sebrang rumah sakit. Tidak jarang kami membalas sapaan orang orang.

"Gimana hubungan kamu dengan dokter Zahran?" Pertanyaan Fiony membuatku mengerutkan dahi, hubungan apa maksudnya

"Gimana maksudnya,hubungan apa? aku hanya berteman dengan dia enggak lebih"\

Aku dan fiony mengambil tempat untuk kami duduk dan memesan makanan begitu sampai di Cafe.

"Emang kamu enggak ada perasaan apa apa gitu sama dia, Chika?"

"Aku bahkan enggak bisa ngerasain apa apa waktu sama dia" Tutur ku sambil melihat Handphone untuk melihat apakah ada pesan masuk atau tidak

"Aku kira kalian sudah jadian"

"Engga, kita cuman teman gak lebih. Lalu kamu sendiri gimna sama dokter Zee, Fio?"

"Baik kok. Kemarin aku baru saja ajak dia ketemu sama orang tua ku"

"Wow. gercep iya bun" kita berdua tertawa bersama karna sesuatu yang mengejutkan menurutku

"Iya lah, emang situ diam diam aja. buruan cari pasangan, kasian om Chio sam tante Shani pingin cepet gendong cucu"

"Ah fio, kamu sama aja kayak papi. Dikira cari pasangan kayak cari batu apa. bahkan orang cari nomor togel aja butuh waktu"

"Haha, iya iya. lagian kamu nggak bosen apa jomblo terus?" tanya fiony sambil menggodaku

"Kagak, aku udah terbiasah dengan kesendirian. lagian Fio aku juga bingung sama apa yang aku rasain, aku udah sering jalan sama cowok tapi gak ada satupun yang buat aku tertarik"

"Tarik tambang kali, main tarik tarik, la_" perkataanya terpotong karna seorang waitrees mengantarkan pesanan kita.

"Terima kasih" ucapku pada waitrees tersebut

" Semua juga butuh proses Chika, enggak bisa kita langsung ngerasain suka juga" Fiony melanjutkan ucapannya yang belum selesai tadi

"Iya aku tau Fio, tapi nyatanya juga apa. Lihat Zahran, berapa kali dia berusaha deketin aku, berapa lama dia habisin waktu denganku? tapi enggak sedikitpun aku ngerasain sesuatu yang aneh, beda kalau aku dengan-"

"Dengan siapa Chika? kamu deket sama siapa? kok nggak ada gosipnya" belum selesai aku bicara, Fiony sudah memotong ucapanku dan membrondong ku dengan banyak pertanyaan

"Kebiasaan motong omongan orang kamu nih. Nanyak tuh satu satu nggak usah dibrondong juga" kata ku sebal

"Hehe, iya iya maaf. Lagian aneh juga kamu lagi dekat sama cowok tapi kok enggak ada gosip apa apa, tumben banget"

"Kebanyakan ngegosip iya kamu. Lagian, emang aku ini siapa sampek digosipin segala" jawab ku sambil memutar bola mata ku malas, "Aku sama dia juga baru kenal. kita ketemu gak sengaja di jalan waktu aku nolong orang tabrak lari malam itu" Jelasku pada Fiony

"Nolong orang? Apa maksud kamu cowok yang nganterin kamu sama korban itu?" Tanya Fiony memastikan

"Iya dia, adaiknya dokter Mira" Fiony membulatkan matanya sempurna mendengar apa yang baru saja aku ucapkan "Kenapa?" Tanyaku heran melihat ekspresi Fiony

"Kamu dekat sama Vion?"

****


Nice To Meet YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang