10. Waktu

133 19 4
                                    

Sesudah makan siang dengan Chika, Vion kembali ke kantornya. Disaat ia membuka pintu ruang kerjanya, ia melihat seorang gadis tengah duduk di sofa yang terletak di ruangannya. Vion menghela nafa kasarnya, lalu berjalan masuk kedalam ruangannya.

"Dari mana Sayang?" Tanya nya manja dan bergelayutan di lengan kekar Vion

"Kemanapun aku pergi itu bukan urusan kamu. lagian kamu juga ngapain kesini?"

Onil yang mendengar penuturan vion kini memasang wajah cemberutnya lalu ia tersenyum manja yang menurut vion itu sangat menjijik-kan. Tapi tidak menurut author, senyum onil itu..... ah sudah lah.

"Kenapa kamu susah banget buat dihubungi? dan kenapa kamu sekarang selalu menghindar dari aku?

"Aku sudah pernah bilangkan kalau aku sibuk, aku banyak kerjaan"

"Oh iya? benarkah kamu banyak kerjaan?. lalu kenapa kamu ngga bilang sama aku kalau kamu mau mengadakan acara untuk ulangtahun perusahaanmu ini?"

"Emangnya apa pedulimu? dan bukannya kamu hanya ingin uang ku saja?"

Onil melepas tangannya yang bergelayut manja di tanggan vion, "Kamu ini kenapa sih? Aku cumak nanyak sama kamu. Dan aku bakal ikut sama kamu di acara itu."

"Dan aku ngga akan izinin kamu ikut di acara itu. Masalah selesai begitu juga dengan hubungan kita. Aku tau aku egois sudah memutuskan sepihak hubungan ini, aku juga udah ngak tahan sama apa yang kamu lakuin ke aku. Udah cukup aku tutup mata atas apa yang kamu lakuin dibelakang aku. selama ini aku merasa kalau cumak aku yang menjalin hubungan ini, sedangkan kamu asik dengan pria lain dibelakangku, bahkan kamu sudah tidur dengan pria itu. Aku mintak maaf, karna aku sudah tidak bisa sama kamu lagi" Onil tidak percaya dengan apa yang pria itu sampaikan, bahkan ia juga terkejut dengan apa yang dia ketauhi sekarang, Vion tau jika dia sudah bermain dibelakang pria itu.

"Kamu mau keluar sendiri atau ditemani security? aku mohon jangan mempericuh keadaan."  Lanjut Vion

Satu tamparan keras melayang dipipi kiri Vion, "Kamu kira segampang itu putusin aku ha?"

Onil kembali mengangkat tangannya yang hendak menampar Vion kembali, namun dengan cepat vion menahan tangan itu, "Seharusnya aku yang marah, aku yang nampar kamu. Tapi aku masih sangat menghargai wanita. Dan lebih baik sekarang kamu pergi dari sini"

"Masalahnya apa kamu mau menampar akau?"

Vion tersenyum getir melihat onil yang ada dihadapannya, "Bukannya aku tadi sudah bilang apa yang sudah kamu lakukan dibelakang aku, aku ngga begitu bodoh  onil, aku tau selama ini kamu ngga cumak jalan sama aku? Sekali lagi aku bilang sama kamu, aku sudah tau semuanya onil"

"Kamu tau apa yang kamu bilang tadi? itu bisa merusak nama baik aku sebagai model, Vion!"

"Aku ngga peduli lagi apa yang bakal terjadi sama kamu. Kenapa? kamu takut kalau semua bakal terbongkar dan ini bakal menjadi topik di seluruh soaial media  dan bahkan kabar ini bisa sampai ke luar negri?"

Onil mendekat ke hadapan Vion, ia menatap Vion dengan pandangan penuh amarah, "Kamu bisa menganggap hubungan kita sudah selesai sampai sini, Tapi tidak dengan dendam ku ke kamu Vion Fadrin Putra Chaesara."

Onil pergi meninggal kan ruangan Vion dan berjalan dengan akuhnya meninggalkan kantor Vion, "Selamat datang di mimpi burukmu Mr. Vion" Gumamnya sambil tersenyum sinis

****

Vion kini hanya bisa memijat kening kepalanya yang terasa berdenyut setelah kecadian tadi sore di ruangannya ini. Vion mendongakkan kepalanya begitu pintu ruangannya terbuka dengan lebar dan menampakkan Ollan yang sedang membawa beberapa berkas dan juga mesin printer.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 27, 2021 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Nice To Meet YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang