Di luar Konoha.
Shisui meninggalkan Konoha yang masih dalam kekacauan dengan wajah yang puas. Ia tidak pernah merasa sebahagia ini. Mungkin kematian Danzo memang alasan yang baik. Dengan begini ia sudah menyelesaikan dendamnya untuk Shisui OC.
'Shisui semoga kamu senang dengan hadiahku.' Fikirnya dengan hati yang nyaman.
Saat menyusuri hutan ia menemukan 2 orang yang sudah menunggunya. Yang satu memiliki krisopras dengan rambut seperti ekor kuda. Dan yang satunya lagi berambut lebat panjang dan memakai topeng orange dengan hanya sebuah lubang dimata kirinya.
Mereka berdua adalah Uchiha Itachi dan Uchiha Obito yang saat ini menyamar sebagai Uchiha Madara.
Uchiha Itachi menatap tajam Shisui sambil memikirkan sesuatu. Ia bukan tipe orang yang langsung bertindak karna emosi. Ini salah satu pelajaran yang dia ambil dari Shisui sendiri selama mengikutinya.
Disisi lain Uchiha Madara atau lebih tepatnya Obito melihatnya tanpa berkata apapun.
"Bagaimana kabarmu Itachi?" Tanya Shisui.
"..." Itachi tidak menjawabnya.
Shisui hanya menghela nafa. Ia sudah tahu itu adalah pertanyaan bodoh. Dilihat dari manapun Itachi tidak mungkin baik-baik saja setelah membunuh semua orang di klannya kecuali Sasuke.
Didunia ini yang Shisui paling kasihan hanya Itachi. Ia dari usia muda sudah menanggung beban untuk memusnahkan klannya sendiri. Dan pada akhirnya ia mati ditangan adiknya sendiri yang ia lindungi.
Dan sekali lagi itu karna ulah Danzo dan para tetua. Mereka terlalu rakus dan bernafsu dengan kekuatan. Dan mereka akan memusnahkan apa yang mereka anggap sebagai penghalang.
Andai saja Shisui OC berhasil menggunakan Kotoamatsukami pada para petinggi klan Uchiha...
Sayangnya segala sesuatu tidak berjalan dengan lancar. Yang berakibat Itachi mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Dan pada akhirnya ia memilih desa daripada klannya.
Ya hidup Itachi sangat tragis.
Shisui lalu memandangi orang disebelah Itachi. "Kamu?" Tanya Shisui yang beracting didepan Obito.
"Uchiha Madara."
Mendengar itu wajah Shisui menjadi serius. Kemudian ia mengaktifkan EMS dan melepaskan kekuatannya.
Itachi dengan reflek mengaktifkan Mangekyou-nya. Keningnya berkedut setelah merasakan gelombang cakra dari Shisui. Ia tak menyangka Shisui sudah berkembang sejauh ini. Tapi dalam hatinya ia merasa lega melihat orang yang ia hormati menjadi lebih kuat.
Madara dibalik topeng tersenyum dibalik topeng dengan keringat mengalir di wajahnya.
'Shisui... orang ini sekuat Nagato, tidak ia lebih kuat dari Nagato, aku harus berhati-hati.'
"Hentikan itu aku kesini tidak bermaksud jahat."
Untuk sejenak Shisui menatapnya dengan tajam sebelum menghilangkan kekuatannya. Madara menjadi lega melihat Shisui kembali normal.
"Aku kesini ingin merekrut Itachi untuk bergabung dengan Akatsuki."
"Akatsuki? Bukannya itu sebuah kelompok yang menantang kekuasaan Hanzo di Amegakure?" Tanya Shisui.
"Kamu sudah tahu?" Mata Madara menyala sambil memikirkan sesuatu.
Shisui hanya menatap sambil bersandar dipohon.
"Ya~ akhir-akhir ini aku mendapat kabar kelompok tersebut merekrut kriminal kelas S, mereka membayar mahal kepada siapa yang mau bergabung dengan mereka, tujuan mereka tidak diketahui, tapi aku yakin itu bukan hal yang baik."
KAMU SEDANG MEMBACA
Naruto: jiwa kedua
FanfictionSeorang Otaku mati oleh Truck-sama dan berakhir didunia Naruto sebagai jiwa kedua didalam tubuh Uchiha Shisui.
