Bohong kalau Rayadinata tidak merindukan suara khas dari penyiar radio yang sudah menemani dua malam terakhirnya dengan cerita horornya. Sejauh ini, cerita horor yang dibacakan oleh DJ Heksa memang tidak membahas tentang penampakan. Hanya saja, bulu kuduknya sering meremang kala mengingat fenomena-fenomena aneh yang dialami oleh dua pengirim cerita sebelumnya. Aktivitas supranatural yang diceritakan oleh Inneke dan William, bagi Rara, mirip seperti tingkah laku poltergeist meski gangguannya tidak separah pengalaman orang-orang terutama dari luar negeri. Setiap program After Midnight diakhiri oleh DJ Heksa, Rayadinata tidak pernah lupa mengucap syukur karena ia tidak mengalami kejadian aneh bin ajaib selama ini.
Rara memang suka mendengar atau membaca kisah-kisah horor. Ia, sama seperti William, juga percaya akan keberadaan makhluk gaib yang berada di sekitarnya, apalagi kalau punya teman seperti Hendy. Namun, bukan berarti dia mau merasakan sensasi tegang dan takut acap kali mereka yang tak kasat mata mulai menunjukkan eksistensi diri pada manusia. Apalagi kalau hantu tipe poltergeist benar-benar ada.
Setelah menghabiskan waktu libur seharinya dengan rebahan, Rayadinata mulai menyalakan radio milik Julianto pada pukul 22.26, mendengarkan suara DJ Adit yang kali ini sedang berbincang dengan kakak tingkat jurusan Rara sekaligus mantan penyiar di program Night Chit Chat sebelum Adit, yaitu Yuda Nohara.
Sepanjang segmen malam itu, Rara baru menyadari hal-hal apa saja yang ia lewatkan selama ini. Di Night Chit Chat, seringkali DJ Adit dan tamunya (yang kebanyakan merupakan alumni atau mahasiswa/i kampus bahkan sebagian dosen) membahas tentang kenangan semasa kuliah maupun pengalaman tak terlupakan yang memalukan. Kadang ada juga yang memberikan tips cara meminjam barang-barang tertentu untuk keperluan kepanitiaan tanpa dipersulit oleh staf sekretariat, bahkan ada pula yang memberikan rekomendasi warung makan serba murah tapi mengenyangkan; tipe warung yang hanya bisa ditemukan di gang-gang sempit di sekitar area kampus.
Rayadinata juga baru tahu kalau program Music in Your Area milik DJ Tika tidak hanya memutar lagu atau membahas chart musik terkini baik dari Indonesia, Western, maupun Korean. DJ Tika juga sering memberikan informasi terkini terkait musisi atau idol yang bersangkutan, entah soal makna dari lagu yang dibawakan; konsep dari grup atau penyanyi tersebut, gosip hangat di industri musik, dan lain sebagainya.
Kakak perempuan Arsadinata Sudjatmiko itu kini benar-benar mengerti kenapa banyak sekali mahasiswa/i dari kampus maupun luar kampus yang menyukai Neo Radio, seperti yang diceritakan oleh Hendy dalam perjalanan pulang dari warung burjo ke perpustakaan universitas. Ah, Rara saja masih tak percaya DJ Tika pernah menjelaskan tentang konsep NCT yang terkenal ribet nan njelimet bagi non penggemar dengan sederhana. Pantas saja Hendy yang tidak pernah paham dengan penjelasan Rara soal grup idola kesukaannya itu tiba-tiba bisa memahami konsep NCT hanya dalam satu malam, mengejutkan Rara juga salah satu teman mereka dari fakultas lain saat ketiganya tengah makan siang bersama.
"Selamat malam!" Suara DJ Heksa kembali terdengar tepat pukul 00.01, membuat Rayadinata yang sedang bersandar pada headboard tersenyum. "Tengah malem begini kalian lagi ngapain, nih? Masih nugas? Overthinking? Atau lagi santai-santai aja di kamar? Nggak apa-apa, aktivitasmu lanjut aja sambil dengerin another horror story by ... Coraline. Wuih, namanya keren, ya? Kaya judul film.
"Sebelum dimulai, tetep periksa sekitarmu, ya. Siapa tahu ada yang ikut senderan juga, hehehe."
══════════════════
From: Coraline
To: neoradio@gmail.com
Subject: After Midnight
Halo, Kak Heksa! Kenalin namaku Coraline. Lewat email ini, aku mau berbagi sedikit pengalaman waktu aku ngekos di suatu tempat. Nggak tahu ceritanya bakal menakutkan apa enggak, intinya aku cuma mau sharing aja, hehe.
Beberapa bulan lalu, aku ngekos sementara di tempat temenku (sekarang udah pindah). Jadi, aslinya aku nggak berniat buat ngekos di situ karena jaraknya jauh banget dari kampusku. Tapi karena kos-kosan yang aku incar ini baru punya kamar kosong semester depan, akhirnya aku mutusin buat tinggal di kosan temenku dulu. Untungnya harga sewa per bulannya lebih murah (ya maklum, jauh dari area kampus-kampus di Jogja soalnya), jadi nggak masalah.
Aku sendiri tipe orang yang kalau ngerjain tugas terbiasa malem bahkan dini hari. Bukan karena males, tapi emang otakku baru bisa diajak kerja sama di jam-jam segitu, hahaha. Kebetulan temenku (ada dua orang yang ngekos di tempat itu) juga setipe kaya aku, jadi kami bertiga sering nugas sambil ngobrol ataupun ngemil di depan kamar, kadang juga di dalem kamar masing-masing tapi saling nemenin begadang.
Singkatnya, aku mulai ngerasa ada yang aneh setiap aku begadang, entah itu nugas atau sekadar nonton film. Jadi, kaya ada suara orang mukulin tembok dari arah luar kosan. Aku pikir itu pasti kerjaan pemuda-pemuda sekitar kosan, soalnya emang agak bandel anak-anak di daerah situ.
Tapi, makin lama rasanya makin aneh dan janggal. Mukulnya tuh nggak di satu tempat atau di kamarku aja, tapi kaya lari dari ujung ke ujung mukulin tembok kosan. Ganggu banget 'kan? Apalagi mukulnya tuh keras, aku lagi dengerin musik aja masih bisa denger 'duk, duk, duk' dari temboknya.
Sampai suatu ketika, aku ngomongin soal itu ke temen-temenku. Waktu aku habis cerita, mereka diem aja, terus akhirnya ngaku kalau mereka juga sering denger kaya gitu di kamar mereka kalau pas begadang.
Tadinya aku mau laporin ini ke pemilik kos karena merasa keganggu sama pemuda-pemuda yang sering mukulin temboknya. Tapi aku baru sadar kalau itu nggak mungkin ulah orang iseng.
Kalian tahu tembok rumah yang cuma disemen sekali gitu 'kan? Yang permukaannya kasar dan bikin sakit kalau tangan kita ditekan ke situ? Nah, belakang tembok kos-kosan tuh kaya gitu, dari ujung ke ujung. Cuma sekadar megang aja kadang sakit. Kebayang nggak sih, ada orang gabut mukulin tembok itu dari kamar pertama sampai kamar paling ujung? Orang normal pun nggak akan mau mukulin tembok kaya gitu.
Yah, kecuali ... kalau yang mukulin temboknya emang bukan orang ....
══════════════════
"Wah."
Benar. Sepertinya, kata "wah" adalah ungkapan yang tepat untuk digunakan setelah membaca cerita yang baru saja dibaca oleh DJ Heksa. Se-nyeleneh apa pun seorang Hendrasaka, dia pasti menolak jika diminta untuk memukul tembok bersemen yang kasar, meski dengan iming-iming boneka unicorn. Rara juga bakal menolak mentah-mentah meski diberi imbalan album NCT. Ia sudah pernah secara tidak sengaja memukul tembok seperti yang dimaksudkan oleh Coraline dalam ceritanya, bertahun-tahun lalu di rumah salah satu sepupunya, dan sensasi perih juga berdenyut-denyutnya sungguh membuat Rayadinata kapok.
Mengingat kembali tindakan bodohnya di masa lalu rupanya membuat Rara seperti merasakan kembali seberapa menyakitkan buku-buku jari miliknya yang bertemu dengan dinding semen kasar tersebut.
"Mari kita ambil sisi positifnya aja. Mungkin siapa pun atau apa pun yang mukul tembok kos-kosan itu punya maksud tersendiri. Bisa jadi dia berusaha ngingetin para penghuni kosan biar cepet-cepet tidur, soalnya begadang 'kan emang nggak bagus buat kesehatan."
Kalau dilihat dari sisi kesehatan, itu memang ada benarnya.
Tapi 'kan tetap saja ....
"Semoga cerita Coraline tadi bisa menjadi pengantar tidur buat kalian, ya. Aku, Heksa Kesuma, pamit undur diri dulu. Kalian juga langsung tidur, jangan ngelanjutin begadangnya. Nggak mau 'kan kalau sampai ditegur kaya Coraline dan temen-temennya?"
KAMU SEDANG MEMBACA
After Midnight
HorrorI thought everything was normal, until I realized how wrong I was. - Bathed in Fear, 002. © 2021 nebulascorpius
